SUMEDANG – IKOPIN University meluluskan 352 wisudawan dan wisudawati dari jenjang Diploma, Sarjana, hingga Magister dalam Wisuda ke-53 yang digelar di Gedung Graha Suhardani, Kampus IKOPIN University, Jatinangor, Sabtu (24/10/2026).
Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University), Prof. Yudi Azis, S.E., S.Si., S.Sos., M.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal untuk menghadapi tantangan dunia kerja, kewirausahaan, dan perubahan ekonomi yang semakin dinamis. Dengan bertambahnya 352 lulusan tersebut, jumlah alumni IKOPIN University kini mencapai 23.815 orang.
“Gelar akademik yang Saudara terima hari ini jangan hanya menjadi tambahan di belakang nama. Gelar akademik adalah amanah intelektual, amanah moral, dan amanah sosial. Ilmu harus menghadirkan manfaat, kompetensi harus menghasilkan karya, dan keberhasilan harus menciptakan dampak,” ujar Yudi Azis.
103 Lulusan Raih Predikat Pujian
Pada wisuda tahun ini, sebanyak 103 orang atau sekitar 29,5 persen dari seluruh wisudawan memperoleh predikat pujian. Capaian tersebut menunjukkan prestasi akademik para lulusan di berbagai program studi.
Sejumlah lulusan terbaik dari masing-masing program studi di antaranya Ricky Abdul Khair dari Magister Manajemen dengan IPK 3,98; Ine Anggraeni dari Manajemen dengan IPK 3,96; Syifa Nurul Fuadah dari Akuntansi dengan IPK 3,85; serta Luki Tito dari Ekonomi Syariah dengan IPK 3,90.
Dari Program Diploma Tiga Manajemen Bisnis, lulusan terbaik diraih Fitri Nur Cahya dengan IPK 3,83.
Sementara itu, dari Fakultas Sains dan Teknologi (FASTEK), Friska Marbun menjadi lulusan terbaik Program Studi Agribisnis dengan IPK 3,91. Liana Kuswardhani meraih IPK sempurna 4,00 dari Teknologi Pangan, sedangkan Ryan Fadhilah Faizal Hakim memperoleh IPK 3,87 dari Program Studi Sains Data.
Seluruh lulusan terbaik tersebut memperoleh predikat pujian.
121 Wisudawan Penerima Beasiswa. Selain prestasi akademik, IKOPIN University juga mencatat kontribusi berbagai lembaga dalam mendukung akses pendidikan tinggi. Sebanyak 121 wisudawan atau sekitar 34,67 persen tercatat sebagai penerima beasiswa dari berbagai sumber.
Penerima beasiswa tersebut terdiri atas empat mahasiswa Magister Manajemen yang memperoleh dukungan Kementerian Koperasi, serta mahasiswa program Sarjana yang mendapatkan bantuan melalui sejumlah program.
Penerima terbanyak berasal dari program KIP Kuliah sebanyak 54 orang, disusul beasiswa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru sebanyak 28 orang dan Bank Indonesia sebanyak 20 orang.
Dukungan lainnya berasal dari PT Sriboga Flour Mill sebanyak enam orang, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) lima orang, Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) dua orang, serta BAZNAS dan program Orang Tua Asuh Alumni masing-masing satu orang.
Rektor menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi, pemerintah pusat dan daerah, LLDIKTI Wilayah IV, Bank Indonesia, PT Sriboga Flour Mill, BPDPKS, YPMAK, serta seluruh mitra, pemberi beasiswa, dunia usaha, perbankan, dan alumni yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan di IKOPIN University.
Penghargaan juga disampaikan kepada dosen dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
IKOPIN Bergerak dari Legacy Menuju Impact
Dalam sambutannya, Yudi Azis mengatakan bahwa Wisuda ke-53 berlangsung di tengah proses transformasi IKOPIN University.
Menurutnya, transformasi perguruan tinggi tidak cukup dimaknai sebagai perubahan status kelembagaan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas akademik, budaya kerja, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“IKOPIN memiliki sejarah panjang dalam pendidikan perkoperasian Indonesia. Sejarah itu adalah kekuatan kita. Namun, kita tidak boleh berhenti pada sejarah. Kita harus bergerak dari Legacy menuju Impact,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, IKOPIN University akan terus memperkuat kualitas akademik dan akreditasi, riset dan inovasi, digitalisasi universitas, sertifikasi kompetensi, kewirausahaan, kerja sama nasional dan internasional, serta penguatan ekosistem koperasi.
Langkah tersebut diarahkan agar lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, jejaring, dan kemampuan menciptakan dampak di tengah masyarakat.
Rektor juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan, digitalisasi, perubahan model bisnis, transformasi industri, serta dinamika ekonomi global yang telah mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, dan berusaha.
Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Dorong Generasi Muda Kembangkan Koperasi Modern
Lebih lanjut, Yudi Azis menilai momentum pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pengembangan koperasi nasional.
Bagi IKOPIN University, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam pendidikan perkoperasian, tetapi juga dalam pengembangan ekosistem koperasi Indonesia.
Kontribusi itu, menurutnya, dapat dilakukan melalui pendidikan, penelitian, pelatihan, sertifikasi kompetensi, digitalisasi, pendampingan, hingga pengembangan model bisnis koperasi yang modern.
IKOPIN University ingin mendorong generasi muda memandang koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi masa lalu, melainkan model bisnis masa depan yang profesional, inklusif, modern, dan berkelanjutan.
Pada akhir sambutannya, Yudi Azis menitipkan tiga pesan kepada para wisudawan, yakni menjaga integritas, tidak pernah berhenti belajar, dan menjadi pencipta dampak.
Ia menegaskan bahwa dunia membutuhkan orang-orang cerdas, tetapi Indonesia juga membutuhkan sumber daya manusia yang dapat dipercaya. Selain itu, lulusan diharapkan menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus meningkatkan kemampuan teknologi, digital, komunikasi, kepemimpinan, dan kewirausahaan.
“Kompetensi mungkin membuka pintu kesempatan, tetapi integritaslah yang membuat Saudara tetap dipercaya,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan IKOPIN University mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan penguatan koperasi Indonesia.





