INISUMEDANG.COM – Lingkungan Pondok Pesantren Adzkiya Mansyaul Hikam tepatnya di MI Adzkiya Mansyaul Hikam tampak semarak dan penuh dengan nilai-nilai edukasi islami.
Gelaran Adzkiya Culture Festival resmi dibuka dengan mengusung tema “Perjalanan Mengenal Budaya dan Warisan Islam”. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mendalami sejarah, seni, serta tradisi keislaman yang kaya dan melintasi zamannya.
Festival yang berlangsung meriah ini melibatkan seluruh peserta didik secara aktif, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Masing-masing tingkatan menampilkan berbagai karya dan pertunjukan yang menggambarkan perjalanan peradaban Islam, mulai dari parade busana muslim Nusantara dan dunia, hingga pementasan kisah-kisah tokoh ilmuwan Islam dan sejarah penyiaran Islam di tanah air.
Kepala MI Adzkiya Mansyaul Hikam menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat identitas islami serta kecintaan peserta didik terhadap warisan kebudayaan Islam.
“Melalui tema perjalanan budaya dan warisan Islam ini, kami ingin anak-anak tidak hanya menghafal sejarah, tetapi juga bangga dan terinspirasi oleh nilai-nilai luhur, estetika, serta kontribusi besar peradaban Islam bagi dunia,” ungkapnya.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua: Kemeriahan Stand UMKM
Kehangatan Adzkiya Culture Festival semakin terasa berkat kolaborasi erat antara pihak sekolah dan para orang tua murid. Di sepanjang area festival, deretan stand UMKM milik siswa siswi yang di bantu oleh wali murid berdiri meramaikan suasana. Para siswa/i & orang tua menyajikan aneka kuliner khas, jajanan tradisional, hingga produk kreatif bernuansa islami.
Keterlibatan aktif orang tua murid dalam stand UMKM ini tidak hanya mendukung kesuksesan acara, tetapi juga mempererat silaturahmi serta menggerakkan roda ekonomi kreatif di lingkungan madrasah.
Adzkiya Culture Festival menjadi bukti nyata bahwa penanaman nilai agama, sejarah, dan kebudayaan dapat dikemas secara interaktif, edukatif, dan melibatkan seluruh keluarga besar madrasah.





