KISAH INSPIRATIF – Belajar bukan hanya milik mereka yang berusia muda. Kesempatan untuk menuntut ilmu selalu terbuka, selama ada kemauan, kesungguhan, dan semangat untuk terus berkembang.
Hal itulah yang menjadi bagian dari perjalanan hidup Yuyun Yunia, S.Ag. Pada usia 54 tahun, ketika sebagian orang mungkin memilih untuk berhenti mengejar pendidikan formal, ia justru mengambil keputusan untuk kembali duduk di bangku kuliah.
Yuyun memilih jurusan Tafsir Al-Qur’an di Institut Agama Islam Persis. Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan baru yang penuh tantangan sekaligus pengalaman berharga.
Menjalani perkuliahan di usia yang tidak lagi muda tentu bukan perkara mudah. Ia harus kembali membiasakan diri membaca, memahami materi, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, hingga memenuhi berbagai tuntutan akademik.
Daya ingat, waktu, tenaga, serta tanggung jawab kehidupan sehari-hari menjadi tantangan yang harus dikelola dengan baik.
Namun, ada keyakinan yang terus dipegangnya: selama Allah masih memberikan kesempatan dan kesehatan, semangat untuk belajar tidak boleh berhenti.
Menyelesaikan Pendidikan di Usia 58 Tahun
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada usia 58 tahun, Yuyun berhasil menyelesaikan pendidikannya di Institut Agama Islam Persis.
Perjalanan akademiknya ditutup melalui sidang skripsi yang menjadi momen membahagiakan. Ia memperoleh nilai 87 dan meraih hasil sidang skripsi terbaik di kelas.
Bagi Yuyun, angka tersebut bukan sekadar pencapaian akademik. Lebih dari itu, nilai 87 menjadi bukti bahwa kesungguhan, ketekunan, doa, dan kesabaran dapat mengantarkan seseorang pada hasil yang membanggakan.
Kebahagiaan itu semakin bertambah ketika skripsi yang telah diperjuangkannya mendapat kesempatan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku.
Karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kenangan perjalanan akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.
Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Sia-siakan Kesempatan
Dari perjalanan pendidikannya, Yuyun ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya para pelajar dan mahasiswa.
Menurutnya, usia muda merupakan kesempatan berharga yang sebaiknya dimanfaatkan untuk menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
Ia mengingatkan agar anak-anak muda tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan belajar. Nilai yang belum memuaskan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Begitu pula waktu dan kesempatan yang tersedia sebaiknya tidak dihabiskan tanpa tujuan yang jelas.
Jika seseorang yang telah berusia 54 tahun masih memiliki semangat untuk memulai pendidikan dan berhasil menyelesaikannya pada usia 58 tahun, generasi muda diharapkan memiliki semangat yang lebih besar dalam memanfaatkan kesempatan belajar.
Belajar dengan sungguh-sungguh, menghargai waktu, menghormati guru, serta memanfaatkan teknologi untuk menambah pengetahuan merupakan bagian dari upaya membangun masa depan.
Pendidikan juga tidak semata-mata bertujuan memperoleh gelar atau pekerjaan. Lebih dari itu, pendidikan menjadi jalan untuk memperluas wawasan, membentuk akhlak, meningkatkan kualitas diri, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Ilmu Adalah Investasi Kehidupan
Yuyun meyakini bahwa tidak ada ilmu yang sia-sia selama dipelajari dengan niat baik dan digunakan untuk kemaslahatan.
Usia boleh bertambah, tetapi semangat belajar jangan sampai padam. Gelar akademik boleh menjadi kebanggaan, tetapi manfaat ilmu bagi kehidupan jauh lebih utama.
Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh seberapa cepat seseorang memulai, melainkan juga oleh kesungguhan dalam menjalani setiap proses.
Jangan menunggu tua untuk menyesal karena tidak belajar. Jangan pula menunggu kesempatan hilang untuk mulai berjuang.
Selagi masih muda, belajarlah. Selagi masih sehat, berkaryalah. Selagi kesempatan masih terbuka, perjuangkan cita-cita.
Sebab, masa depan bukan hanya milik mereka yang pintar, tetapi juga mereka yang mau berusaha, bersabar, dan tidak berhenti belajar.
“Belajar tidak mengenal batas usia. Kesungguhan tidak mengenal kata terlambat”. Kata Yuyun





