SUMEDANG – Rektor Ikopin University, Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, menegaskan bahwa kemajuan koperasi tidak hanya bergantung pada modal dan infrastruktur, tetapi juga harus didukung oleh pengembangan ilmu koperasi yang sesuai dengan karakter ekonomi gotong royong.
Hal itu diungkapkan Agus, pada acara Dies Natalis Ikopin University ke 62 di Gedung Graha Suhardani, Kampus Jatinangor, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Agus, hingga saat ini ilmu koperasi masih diposisikan sebagai bagian dari ilmu ekonomi atau ilmu manajemen yang lebih banyak dipengaruhi paradigma kapitalisme. Padahal, koperasi memiliki karakter yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan keilmuan tersendiri.
“Kalau ingin koperasi maju, harus lahir ilmu koperasi. Selama ini yang dipelajari lebih banyak ekonomi kapitalisme, sementara koperasi memiliki dasar kebersamaan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Ikopin University yang telah berdiri selama 62 tahun terus mendorong lahirnya konsep Teori Koperasi Quantum. Melalui teori tersebut, koperasi dipandang sebagai makhluk hidup yang memiliki jiwa, tumbuh, berkembang, dan menghasilkan manfaat bagi anggotanya, bukan sekadar organisasi yang bekerja layaknya mesin.
Sebagai contoh, Agus mengangkat keberhasilan Koperasi Kredit Keling Kumang di Kalimantan Barat. Menurutnya, koperasi tersebut mampu berkembang dari modal awal sekitar Rp291 ribu hingga memiliki aset mencapai Rp2,7 triliun. Jumlah anggotanya pun meningkat dari 12 orang pendiri menjadi hampir 300 ribu orang.
Tak hanya berkembang dari sisi aset dan keanggotaan, Keling Kumang juga telah membangun berbagai unit usaha, mulai dari universitas, jaringan ritel, pabrik pengolahan aren, hotel, hingga bisnis logistik.
“Keberhasilan itu tidak bisa dijelaskan hanya dengan teori ekonomi konvensional. Di sinilah pentingnya ilmu koperasi yang mampu menjelaskan mengapa koperasi bisa tumbuh dan berkembang seperti makhluk hidup,” katanya.
Agus menambahkan, bangunan dan tanah tidak akan memiliki arti tanpa adanya jiwa yang menghidupkannya. Hal yang sama berlaku bagi koperasi. Menurutnya, ruh koperasi terletak pada kepercayaan, kesadaran, dan semangat gotong royong yang menjadi energi utama dalam mengembangkan organisasi.
Selama lebih dari enam dekade, Ikopin University, lanjut Agus, telah menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tersebut telah meluluskan puluhan ribu alumni serta menghasilkan berbagai penelitian di bidang perkoperasian.
Ia berharap paradigma baru dalam memandang koperasi sebagai organisasi yang hidup dapat menjadi dasar pengembangan koperasi di Indonesia, sehingga cita-cita mewujudkan keadilan sosial melalui usaha bersama sebagaimana diamanatkan para pendiri bangsa dapat terus diwujudkan.





