Berita  

TK Negeri Pertama Berdiri di Ciawitali Sumedang, Puluhan Siswa Mulai Belajar Tahun Ajaran Baru

Foto: Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir didampingi Kepala Dinas Pendidikan Eka Ganjar Kurniawan saat meresmikan TK Negeri Sartika. (Istimewa)

SUMEDANG – Masyarakat Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, kini memiliki taman kanak-kanak negeri sendiri. Fasilitas pendidikan anak usia dini tersebut resmi beroperasi setelah diresmikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, Senin (13/7/2026).

Keberadaan TK Negeri Sartika di Dusun Palasah diharapkan mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan perbatasan yang selama ini belum memiliki layanan TK negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan mengatakan, sekolah tersebut merupakan hasil Program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan Unit Sekolah Baru Tahun 2025.

Dari dua alokasi yang diterima Kabupaten Sumedang, Desa Ciawitali dipilih setelah melalui proses verifikasi dan dinilai memenuhi seluruh persyaratan.
Pembangunan fisik sekolah berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2025.

Setelah itu, kata Eka, pemerintah menyelesaikan berbagai tahapan administrasi, mulai dari pemanfaatan aset tanah desa, penerbitan Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2026 hingga terbitnya Keputusan Bupati Sumedang tentang pendirian TK Negeri Sartika.

“Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini sudah menerima 35 peserta didik baru. Kami berharap keberadaannya semakin memudahkan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan usia dini yang berkualitas,” ujar Eka.

Eka optimistis sekolah tersebut akan menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan bagi daerah di masa mendatang.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menilai pembangunan sekolah bukan sekadar menghadirkan gedung baru, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas sejak usia dini.

Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak anak memasuki bangku sekolah. Karena itu, ia meminta para guru memberikan pendampingan dengan penuh kasih sayang agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas sekaligus berakhlak baik.

Dony juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Ia menilai pembentukan karakter tidak cukup dilakukan di ruang kelas, tetapi harus diperkuat melalui pendidikan di lingkungan rumah.

Selain proses belajar mengajar, Dony meminta sekolah membangun budaya hidup bersih sejak dini.

Kebersihan ruang kelas, halaman sekolah hingga toilet, menurutnya, merupakan bagian dari pendidikan karakter yang akan membentuk sikap disiplin, peduli lingkungan, dan tanggung jawab pada diri anak.

Dony juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Desa Ciawitali, Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, serta seluruh pihak yang bergotong royong hingga TK Negeri Sartika akhirnya dapat berdiri dan mulai dimanfaatkan masyarakat.