Berita  

Pemkab Sumedang Gelar Pelatihan Kerja, Peserta Dapat Sertifikasi dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Foto: Para peserta antusias mengikuti pelatihan Barista. (Istimewa)

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali memperkuat upaya pengurangan angka pengangguran dengan membuka pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi masyarakat. Sebanyak 60 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) pada 16-24 Juli 2026.

Program yang dibuka di Sumedang Creative Center itu dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Tiga bidang pelatihan disiapkan, yakni barista, digital marketing, serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian maupun perikanan, termasuk pembuatan aneka roti dan olahan ikan.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengatakan, pelatihan tidak boleh berhenti pada pemberian materi semata. Menurutnya, hasil akhir yang diharapkan adalah peserta mampu memperoleh pekerjaan atau bahkan membuka usaha secara mandiri.

“Pelatihan harus menghasilkan manfaat nyata. Setelah memiliki keterampilan, peserta diharapkan bisa masuk ke dunia kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sehingga kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ujar Dony.

Untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru, Pemkab Sumedang juga menyiapkan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) Bank Sumedang bagi peserta yang ingin merintis usaha setelah menyelesaikan pelatihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat Slamet, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus menekan tingkat pengangguran. Program ini didukung pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan APBD Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2026.

Selama mengikuti pelatihan, kata Taufik, peserta memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari sertifikasi kompetensi, seragam, alat tulis, uang saku Rp50 ribu per hari, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Dan nanti, setelah dinyatakan lulus, peserta juga berpeluang mendapatkan akses penempatan kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumedang, Rony Setiawan, menilai perlindungan jaminan sosial bagi peserta pelatihan merupakan bekal penting sebelum memasuki dunia kerja.

Menurutnya, peningkatan kompetensi perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan agar para calon pekerja terlindungi sejak awal beraktivitas.

“Kami mendukung kolaborasi ini karena kompetensi dan perlindungan harus berjalan beriringan. Harapannya, setelah lulus mereka dapat bekerja di sektor formal, menjadi wirausaha produktif, dan tetap menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan,” kata Rony.