SUMEDANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sumedang terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan (rescue) yang semakin beragam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang, Syarif Effendi Badar, mengatakan tugas Damkar saat ini jauh lebih luas dibanding anggapan masyarakat yang selama ini hanya mengenal pemadam kebakaran sebagai petugas pemadam api.
“Selain menangani kebakaran, Damkar juga melaksanakan berbagai operasi penyelamatan, mulai dari evakuasi hewan yang membahayakan, penyelamatan korban dalam kondisi darurat, hingga penanganan berbagai kejadian yang memerlukan respons cepat demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Damkar Sumedang saat ini memiliki 117 personel yang disiagakan selama 24 jam. Personel tersebut dibagi ke dalam empat wilayah pelayanan, yakni Sumedang Kota, Tanjungsari, Conggeang, dan Situraja, sehingga respons terhadap laporan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat sesuai wilayah terdekat.
“Selain sumber daya manusia, Damkar Sumedang juga didukung tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang siap diterjunkan apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Menurut Syarif, berbagai laporan yang diterima Damkar tidak hanya berkaitan dengan kebakaran, tetapi juga kejadian-kejadian yang membutuhkan tindakan penyelamatan. Kondisi tersebut menuntut seluruh personel memiliki kemampuan, kesiapan fisik, dan keterampilan yang terus ditingkatkan melalui pelatihan.
“Di lapangan, petugas juga menghadapi berbagai tantangan, seperti akses menuju lokasi kejadian yang sulit, kondisi cuaca, hingga situasi darurat yang berisiko tinggi. Karena itu, koordinasi dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penanganan,” katanya.
Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Apabila terjadi kebakaran, masyarakat diharapkan segera menghubungi Damkar dengan memberikan informasi lokasi secara jelas agar petugas dapat segera menuju titik kejadian dan melakukan penanganan secepat mungkin,” ujarnya.
Ke depan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta berbagai inovasi pelayanan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Syarif juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan kebakaran. Menurutnya, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.





