Berita  

PLN UP3 Sumedang dan Yonif TP 338/Talaga Manggung Perkuat Edukasi Bahaya Listrik

MAJALENGKA – Keselamatan penggunaan listrik menjadi perhatian bersama. PT PLN (Persero) UP3 Sumedang menggandeng Yonif TP 338/Talaga Manggung untuk meningkatkan pemahaman prajurit mengenai potensi bahaya kelistrikan.

Edukasi tersebut digelar PLN ULP Majalengka dan ULP Jatiwangi di Markas Yonif TP 338/Talaga Manggung, Kabupaten Majalengka, Senin (10/8/2026).

Sejumlah persoalan yang kerap menjadi pemicu kecelakaan listrik dibahas dalam kegiatan tersebut. Mulai dari penggunaan stop kontak secara berlebihan, instalasi listrik yang tidak sesuai standar, hingga aktivitas di sekitar jaringan tegangan menengah (JTM).

Peserta juga mendapat pemahaman mengenai risiko mendirikan bangunan maupun menanam pohon terlalu dekat dengan jaringan listrik. Kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu kebocoran arus turut menjadi bagian dari materi keselamatan ketenagalistrikan.

Manager PLN ULP Majalengka, I Gede Agus Eddy Prayudha Putra, mengatakan edukasi mengenai bahaya listrik perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, prajurit TNI AD dapat berperan lebih luas dengan menjadi penyampai informasi keselamatan kelistrikan kepada masyarakat di wilayah tugasnya.

“Pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya untuk melindungi diri dan keluarga, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk ikut mengedukasi masyarakat,” ujar I Gede Agus.

Ia menilai keterlibatan berbagai unsur dalam menyampaikan pesan keselamatan listrik penting untuk menekan potensi kecelakaan akibat penggunaan listrik yang tidak aman.

Manager PLN UP3 Sumedang, Dian Widiana Kuswara, mengapresiasi dukungan Yonif TP 338/Talaga Manggung terhadap kegiatan tersebut.

Dian mengatakan kolaborasi PLN dengan TNI AD tidak hanya berkaitan dengan keandalan pasokan maupun pengamanan aset kelistrikan, tetapi juga menyangkut upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik.

“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga keselamatan dan kesehatan kerja serta keselamatan ketenagalistrikan dapat menjadi budaya bersama untuk mewujudkan zero accident di wilayah Majalengka dan sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhamad Joharifin, menilai keterlibatan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan sekaligus keandalan sistem kelistrikan.

Ia mengatakan PLN tidak bisa bekerja sendiri dalam memberikan pelayanan listrik yang aman dan andal.

“Diperlukan kolaborasi dan keterlibatan aktif seluruh stakeholders, termasuk TNI AD yang memiliki jangkauan hingga ke berbagai wilayah,” kata Joharifin.

Melalui kegiatan tersebut, PLN berharap pengetahuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan tidak berhenti di lingkungan Yonif TP 338/Talaga Manggung, tetapi ikut diteruskan kepada masyarakat sehingga penggunaan listrik dapat berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.