oleh

Tidak Terdata Penerima Bansos, Bisa Daftar Melalui Web Resmi Covid-19 Sumedang

INISUMEDANG.COM-Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Rabu (22/4/3020) di Sumedang menginjak hari kelima, Pemerintah Kabupaten Sumedang menghimbau apabila ada warga Sumedang yang membutuhkan paket bantuan sosial namun terlewat didata oleh RT/RW atau mau mendaftarkan tetangga yang dinilai lebih membutuhkan, silakan untuk mengisi form laporan yang bisa diakses melalui alamat Web. Http://covid19.sumedang.go.id/lapor.

“Selain itu, seluruh warga Kabupaten Sumedang juga dapat menyampaikan laporan ataupun aduan yang berkaitan dengan Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumedang, melalui nomor hotline Sumedang Simpati Quick Response (SSQR) di nomor 0811 200 133, atau dapat pula menghubungi PSC 119 bila memerlukan sambungan cepat kedaruratan kesehatan yang dapat melayani 24 jam”. Kata Iwa Kuswaeri Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Sumedang saat Siaran Pers pada Minggu (26/4/2020) di IPP Sumedang.

Iwa mengatakan terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 pada tanggal 26 April 2020 Pukul 16.00 WIB di Kabupaten Sumedang masih perlu lebih diwaspadai.

“Adapun perkembangan lengkapnya adalah untuk pasien Positif Covid-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (SWAB) sebanyak 5 orang. (Pasien asal Kecamatan Sumedang Selatan 1 orang, Jatinangor 3 orang dan Cimanggung 1 orang) dari total 6 orang terkonfirmasi, dimana 1 orang diantaranya telah selesai/sembuh (Pasien asal Kecamatan Darmaraja)”. Ujar Iwa.

Ini Baca Juga : Ini Alamat Kecamatan Pasien Covid-19 Yang Teridentifikasi Positif dan PDP

Kemudian untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 10 orang dengan rincian 1 orang pasien asal Kecamatan Sumedang Selatan, Kecamatan Jatinangor 3 orang, Cimanggung 1 orang, Cimalaka 1 orang, Darmaraja 1 orang, Wado 1 orang, Conggeang 1 orang dan Cileunyi kabupaten Bandung 1 orang. Dari total 44 PDP, 34 orang diantaranya telah pulang atau selesai dan sembuh.

“Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 78 orang dari total 869 ODP dimana 791orang diantaranya telah selesai menjalani masa pemantauan. Dan Orang Dalam Risiko (ODR) sebanyak 5.856 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 6.182 orang. Kemudian untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 61 orang”. Ucapnya.

Menurut Iwa, ODR yang sebelumnya beristilah ODP Berisiko atas konsolidasi data para pemudik yang dikoordinasikan oleh aparatur wilayah (Camat dan Kepala Desa atau Lurah), dibanding hasil kemarin, saat ini berdasarkan data tanggal 26 April 2020, hingga Pukul 15.00 WIB jumlah ODR mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 326 orang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait