Berita  

Pemda Sumedang Bakal Kurangi TPP Satu SOPD Jika Tak Bisa Mengelola Sampah

Foto: Sekda Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati (Istimewa).

SUMEDANG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang akan mengurangi Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN di satu Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) jika tersebut tidak bisa mengelola sampah di unit kerjanya sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Tuti Ruswati menyebutkan, saat memimpin Apel Pagi di Lingkup PPS, Senin (15/6/2026). Ia juga mengaku telah memerintahkan Asisten, para Staf ahli untuk memantau SOPD untuk pengolahan sampah.

“Pengelolaan sampah di unit kerja menyediakan tempat sampah. Jika tidak sesuai standar maka kepala SOPD akan menandatangani pernyataan siap untuk dikurangi TPP-nya. Satu dinas nanti dikurangi TPP nya. Tidak per individu apabila tidak menjalankan pilah sampah sesuai standar maka TPP di bulan Juni akan dikurangi satu dinas karena tidak mengolah sampah,” Tegasnya.

Menurutnya, menyebutkan kebijakan ini adalah kebijakan pimpinan yang memaksa untuk melakukan perubahan.

“Perubahan itu memang harus dipaksakan untuk menjadikan budaya. Dengan harapan awalnya dipaksakan dengan kebijakan. Mudah mudahan dengan cara ini mengolah sampah, membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan bersih bisa melekat secara terus menerus. Sehingga menjadi budaya,” kata Tuti.

Langkah ini juga, kata Tuti, dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah.

“Jawa Barat sekarang lagi darurat. Termasuk Kabupaten Sumedang, untuk TPA Cibeureum diwajibkan untuk mengolah sampah tidak lagi open dumping. Kalau tidak kita disanksi pidana oleh Kementrian LH,” kata Tuti.

Tuti menuturkan, penanganan sampah ini memerlukan kontribusi dari seluruh masyarakat.

“Kami mewajibkan seluruh ASN untuk membawa sampah potensinya ke kantornya masing-masing. Nanti di kantor dikumpulkan dijual ke DLHK yang mempunyai Bank Sampah,” kata Tuti.

Tuti menambahkan, sampah potensial dijual ke DLHK dan uangnya bisa menjadi KAS SKPD untuk biyaya kebersihan.

“Misalnya untuk biyaya pengecatan. Alat kebersihan dan lainnya. Membudayakan budaya pilah sampah,membudayakan mengolah sampah. Sehingga reduce, reuse, recycle bisa tercapai apabila seluruh masyarakat ASN peduli terhadap pemilahan sampah ini,” ujarnya menandaskan.