Banner Iklan bjb

Penerbitan HGB Atas Nama PT Priwista Raya di Lahan Tol Cisumdawu Cacat Hukum

SIDANG: Sidang gugatan perdata lahan tol Cisumdawu di seksi 1 antara ahli waris keturunan Bangin bin Moetakin sebagai Ahli Waris Pengganti dari Antjiah binti Moetakin WA Baron Baud melawan PT Priwista Raya, Dadan Setiadi Megantara terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang.
SIDANG: Sidang gugatan perdata lahan tol Cisumdawu di seksi 1 antara ahli waris keturunan Bangin bin Moetakin sebagai Ahli Waris Pengganti dari Antjiah binti Moetakin WA Baron Baud melawan PT Priwista Raya, Dadan Setiadi Megantara terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang.

INISUMEDANG.COMGugatan lahan yang tergerus Tol Cisumdawu seksi 1 di Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Antara ahli waris keturunan Bangin bin Moetakin sebagai Ahli Waris Pengganti dari Antjiah binti Moetakin WA Baron Baud melawan PT Priwista Raya, Dadan Setiadi Megantara terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang.

Persoalan sengketa lahan dengan perkara Nomor: 32 Pdt.G/2021/Pn, masih menunggu sidang lanjutan. Namun penerbitan HGB (Hak Guna Bangun) atas nama PT Priwista Raya adalah cacat hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Bahkan, sebanyak 7 bidang tanah adat leter C milik Dadan Setiadi Megantara berada diatas tanah Eigendom Verponding Nomor 3 milik WA Baron Baud.

“Maka dari itu, kami selaku kuasa hukum dari ahli waris sudah mengirimkan surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Sumedang. Terkait pencairan uang konsinyasi atas pembayaran ganti rugi dari pembangunan Tol Cisumdawu terhadap objek tersebut. Namun, dari pihak BPN belum ada respon sama sekali”. Terang Kuasa hukum Penggugat Ahli Waris WA Baron Baud, Jandri Ginting SH. MH. kepada wartawan, Rabu (8/6/2022).

Menurut Jandri, kuasa hukum ahli waris akan terus memperjuangkan haknya para ahli waris sampai perkara tersebut selesai.

“Saat ini dari pihak tergugat dan Turut Tergugat 1 telah menyatakan banding melalui PN Sumedang beberapa waktu lalu. Alhamdulillah sejauh ini sengketa perkara tersebut sudah diputuskan pada sidang tanggal 10 Mei 2022 lalu. Dan pihak ahli waris yaitu penggugat dinyatakan menang. Dari 12 petitum yang kami mohonkan didalam gugatan, sebanyak 10 petitum telah dikabulkan oleh majelis hakim,” tandasnya.