Berita  

Evaluasi Pendapatan Daerah, Bupati Sumedang Minta OPD Perkuat Sinergi dan Digitalisasi Pajak

Foto: Istimewa

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berupaya memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi pendapatan daerah. Upaya tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Evaluasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Gedung Negara Sumedang, Kamis (6/8/2026).

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan keberhasilan meningkatkan pendapatan daerah tidak hanya menjadi tugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai kewenangan masing-masing.

Menurutnya, setiap OPD memiliki peran dalam menggali dan mengembangkan potensi penerimaan daerah. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi harus diperkuat agar target pendapatan dapat tercapai sekaligus mendukung percepatan pembangunan.

“Semua harus bergerak bersama. Pengelolaan pendapatan daerah memerlukan kerja sama lintas perangkat daerah dengan semangat kolaborasi agar hasilnya semakin optimal,” kata Dony.

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan daerah akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dony juga mengingatkan pentingnya evaluasi yang berorientasi pada solusi. Setiap perangkat daerah diminta menyusun langkah nyata yang dilengkapi target, jadwal pelaksanaan, serta indikator keberhasilan sehingga hasil evaluasi dapat segera ditindaklanjuti.

Selain itu, ia mendorong percepatan transformasi digital dalam pelayanan perpajakan dan retribusi daerah. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat transparansi, sekaligus mengurangi potensi kehilangan pendapatan.

Tak hanya itu, validasi dan pembaruan data wajib pajak juga diminta terus dilakukan agar potensi penerimaan daerah dapat terpetakan secara lebih akurat.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Sumedang Rohana mengatakan lembaganya terus melakukan pembenahan dalam tata kelola pendapatan daerah melalui peningkatan pelayanan, penguatan perencanaan, penyusunan kebijakan teknis, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

Ia menyebutkan, salah satu indikator keberhasilan yang terus mengalami peningkatan adalah kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah. Pada 2021 kontribusi PAD masih berada di kisaran 18–19 persen, sedangkan pada 2026 telah meningkat menjadi sekitar 20–25 persen.

“Peningkatan tersebut menunjukkan kemampuan fiskal Kabupaten Sumedang semakin baik sehingga pemerintah memiliki kapasitas yang lebih besar dalam membiayai pembangunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Rohana.

Kegiatan evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila bersama jajaran kepala perangkat daerah sebagai bagian dari penguatan komitmen bersama untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah secara berkelanjutan.