SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memilih tidak mengambil kesimpulan terkait isu yang menyeret Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila.
Dony menegaskan, persoalan tersebut kini tengah ditangani melalui tim investigasi yang dibentuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Karena itu, ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan.
Menurut Dony, dirinya telah mendengarkan penjelasan dari kedua pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Pertemuan itu dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung sekaligus memastikan proses penanganan berjalan dengan tetap menghormati hak setiap pihak.
“Kedua belah pihak telah menyampaikan penjelasan,” ujar Dony kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Meski telah mendengar keterangan dari kedua pihak, Dony mengatakan belum dapat menyatakan siapa yang benar atau salah. Ia menilai kesimpulan harus didasarkan pada hasil investigasi, bukan opini yang berkembang di tengah masyarakat.
“Saya memahami masyarakat membutuhkan penjelasan, tapi penjelasan yang bertanggung jawab dan tidak membuat kesimpulan,” katanya.
Dony juga mengingatkan agar seluruh pihak mengikuti arahan Gubernur Jawa Barat untuk menahan diri. Ia meminta tidak ada pihak yang membuat pernyataan maupun asumsi sendiri sebelum tim investigasi menyelesaikan tugasnya.
“Sebagaimana arahan Gubernur bahwa semua pihak untuk menahan diri dan tidak berasumsi sendiri atau berstatement sendiri sebelum adanya hasil resmi dari tim investigasi yang telah dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat,” ucapnya.
Sebagai kepala daerah, Dony menyatakan dirinya berkepentingan memastikan persoalan tersebut diproses secara adil. Ia pun menyatakan mendukung langkah investigasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami menghormati dan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh tim investigasi untuk bekerja secara objektif. Kami meyakini tim akan bekerja profesional guna menghasilkan keputusan yang objektif dan transparan,” katanya.
Di tengah perhatian publik terhadap persoalan tersebut, Dony juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumedang atas situasi yang berkembang.
“Selaku Bupati Sumedang, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang atas opini yang berkembang di masyarakat. Saya memahami bahwa situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Terlepas dari polemik yang sedang berlangsung, Dony memastikan roda pemerintahan Kabupaten Sumedang tidak terganggu. Pelayanan publik, kata dia, tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan kepada masyarakat akan terus kami prioritaskan,” pungkasnya.





