Reses Masa Persidangan III, Anggota DPRD Sumedang Serap Aspirasi Petani di Raharja

SUMEDANG – Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Demokrat, Dede Mulyadi, melaksanakan reses masa persidangan III tahun 2026 bersama para petani di Dusun Cibogo, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (23/8/2026).

Reses tersebut menjadi kesempatan bagi Dede untuk berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi, khususnya persoalan yang dihadapi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Dalam pertemuan itu, sejumlah petani menyampaikan keluhan terkait kondisi pertanian yang mulai terdampak musim kemarau panjang. Salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.Selain persoalan air, petani juga mengeluhkan serangan hama tikus yang semakin merajalela dan berpotensi menurunkan hasil produksi pertanian.

Dede Mulyadi mengatakan, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena sektor pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut dia, petani perlu menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca dan ketersediaan air. Salah satu langkah yang dapat dilakukan sementara adalah menanam tanaman palawija yang relatif dapat disesuaikan dengan kondisi lahan.

“Memasuki musim kemarau, petani harus bisa menyesuaikan pola tanam. Untuk sementara bisa mencoba tanaman palawija seperti tomat dan bawang,” kata Dede.

Ia menilai, pergantian jenis tanaman juga dapat memberikan manfaat terhadap kondisi tanah karena membantu menjaga sirkulasi unsur hara. Selain itu, pola tanam yang berbeda diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi perkembangan hama, termasuk tikus.

Dede menegaskan, aspirasi yang disampaikan para petani dalam kegiatan reses tersebut akan menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Sumedang, terutama berkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian dan dukungan terhadap petani menghadapi perubahan kondisi musim.

Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap persoalan ketersediaan air, pengendalian hama, serta kebutuhan sarana produksi pertanian agar produktivitas petani tetap terjaga. Seperti saluran irigasi, dan sarana prasarana penunjang pertanian.

“Yang paling penting adalah bagaimana petani tetap bisa berproduksi di tengah kondisi kemarau. Aspirasi dan keluhan petani ini akan kami tampung untuk kemudian dicarikan solusi bersama,” ujarnya.