Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dimulai, Ketua DPRD Sumedang Minta Antisipasi Kerumunan di Sekolah

Rapat koordinasi

INISUMEDANG.COMKabupaten Sumedang saat ini telah memasuki kategori PPKM Level 3. Seiring dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang menerbitkan Peraturan Bupati Sumedang Nomor 95 Tahun 2021, di mana pada Perbup tersebut diatur penyelenggaran Pembelajaran Tatap Muka terbatas dan Jarak Jauh.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang telah menyusun skenario pelaksanaan proses pembelajaran TMP maupun jarak jauh mingguan, yang akan mulai diterapkan pada minggu pertama September 2021 mendatang, sebagaimana yang dijelaskan Kadisdik Sumedang Agus Wahidin pada Rakor Forkopimda Sumedang, di Gedung Negara Sumedang, Rabu Sore (25/8/2021).

Agus memaparkan, untuk SMP diatur, minggu pertama kelas 7, minggu ke dua kelas 8 dan minggu ke 3 kelas 9. Kemudan minggu ke 4 sekolah akan dikosongkan untuk sterilisasi.

Ini Baca Juga :  270 Kepala Desa Ikuti Halal Bi Halal di Ponpes As Syifa Walmahmudiyah Sumedang

Kemudian untuk Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat serta Kesetaraan, jika melebihi 60 siswa maka tiap minggunya diikuti sebanyak 25%. Namun, jika kurang dari 60 siswa, maka dapat diikuti 33% siswa perminggunya.

“Kami membuat skenario perbulan hanya satu minggu anak belajarnya. Syaratnya prokes dibuat ketat dengan tim Disdik yang dibagi ke 26 kecamatan. Perkiraan dimulai Senin, minggu ke 1 September,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sumedang Irwansyah Putra mengatakan, rencana penerapan skenario tersebut harus dibarengi berbagai antisipasi secara benar, baik sebelum maupun sesudahnya.

Termasuk pelaksanaan belajar di rumah pada minggu ke 4, menurutnya jangan dilakukan pada tempat dan waktu yang sama. Karena dikhawatirkan tetap menimbulkan kerumunan.

Ini Baca Juga :  Halal Bihalal, PGRI Berharap Pemkab Sumedang Memberikan Kesejahteraan 4000 P3K

“Mengenai minggu ke 4, di mana para siswa belajar di rumah baik SD, SMP dan SMA kalau bisa waktu belajar di rumah jangan sama karena kita khawatir kerumunan. Bisa diatur lagi misalkan ada yang minggu pertama, ke dua dan ke tiga belajar di rumahnya. Kalau mengenai persentasi kita yakin itu perhitungan yang luar biasa,” ujarnya.

Kemudian, Irwansyah menuturkan, dalam menghadapi momentum dibukanya kembali PTM, pihaknya juga meminta agar Disdik berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan Sumedang agar dapat memantau ketertiban angkutan umum. Karena, kata Irwansyah, dikhawartirkan banyak para siswa yang pulang pergi menumpang angkutan umum dengan berdesak-desakan.

Ini Baca Juga :  Cegah Tepapar Judi Online, ICMI Muda Sumedang Ajak Orang Tua Bekali Anak Literasi Digital

“Kita juga perlu kerjasama lintas sektor. Salah satunya Dishub, agar memantau ketertiban angkot. Seperti kita ketahui, yang namanya anak sekolah suka naik angkot sampai berdesak-desakan bahkan sampai bergelantungan di pintu angkotnya atau ‘nangkel’,” tuturnya.

Selain itu, Irwansyah menambahkan, pihaknya mewanti-wanti agar para siswa yang hendak mengikuti PTM agar tidak mengabaikan protokol kesehatan di sekolah. Juga meminta kepada guru dan orangtua siswa agar selalu menasehati anak didiknya supaya disiplin terhadap protokol kesehatan tersebut.

“Kami ingatkan para siswa agar jangan abai terhadap protokol kesehatan. Selain itu, orangtua siswa di rumah juga harus bisa menasehati anaknya agar selalu mengingat protokol kesehatan di sekolahnya,” ucapnya.