SUMEDANG – Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menyerahkan piala dan piagam kepada para pemenang Lomba Pembasmian Hama Tikus Piala Kapolres Sumedang Tahun 2026 Gelombang I dan II, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dan kelompok tani dalam mengendalikan serangan hama yang mengancam hasil panen.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari program yang digagas Polres Sumedang, dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Selain itu, Lomba pembasmian tikus juga, sebagai upaya membantu para petani menghadapi permasalahan hama tikus yang selama ini menyebabkan penurunan produksi pertanian.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, lomba pembasmian hama tikus ini berawal dari keprihatinannya saat melihat kondisi sejumlah petani di berbagai wilayah Sumedang yang mengalami gagal panen akibat serangan hama.
“Ini mungkin salah satu yang pertama di Indonesia, kita mengadakan lomba pembasmian hama tikus. Berawal dari keprihatinan saya saat keliling ke berbagai desa, ternyata hampir 50 persen petani mengalami gagal panen,” ujar Sandityo sesuai menyerahkan hadiah kepada para juara di Alun-alun Sumedang, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menyebutkan, serangan hama tikus juga berdampak pada hasil panen petani. Bahkan, beberapa petani yang biasanya mampu menghasilkan tiga hingga empat ton, harus mengalami penurunan hasil menjadi sekitar satu ton lebih.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap petani dapat terbantu dan produksi pertanian di Kabupaten Sumedang tetap berjalan dengan baik.
“Ini untuk meringankan para petani khususnya di wilayah Sumedang agar panennya bisa berjalan baik dan tidak diserang hama tikus,” katanya.
Sandityo juga menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dan bergotong royong dalam upaya pengendalian hama tikus guna menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Sumedang.
“Semoga kegiatan ini semakin memperkuat sinergi Polri bersama masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, serta menjadikan Sumedang yang aman, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaan lomba, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ratusan hama tikus berhasil dibasmi melalui kerja sama antara kelompok tani, petugas UPTD, serta para peserta yang mengikuti perlombaan.
Pembasmian dilakukan dengan metode pengasapan pada lubang-lubang tikus di area persawahan menggunakan campuran bahan tertentu, termasuk belerang, untuk mengendalikan populasi hama.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan pada Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Dr. Rachmat, S.Si., M.Si., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba ini menjadi motivasi bagi petani dalam menjaga hasil produksi dari ancaman serangan hama.
“Kegiatan ini menjadi motivasi untuk para petani dalam rangka mengamankan produksinya dari serangan hama tikus. Petani bisa berkoordinasi dengan petugas POPT setempat dan Dinas Pertanian untuk membantu mengatasi hama tikus,” ujar Rachmat.
Ia menambahkan, gerakan pengendalian hama tikus yang dilakukan di wilayah Sumedang menunjukkan hasil yang positif. Salah satunya di Kecamatan Sukaraja, dengan hasil pembasmian mencapai 140 ekor dalam waktu sekitar dua jam.
Rachmat berharap kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan sebagai langkah bersama menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang.





