SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang menargetkan peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 8–9 persen pada tahun 2029. Target tersebut menjadi tantangan besar yang harus diwujudkan melalui penguatan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan transformasi ekonomi berbasis digital dan potensi lokal.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan target tersebut saat membuka Forum Ekonomi Regional Jawa Barat (FERJB) 2026 di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, capaian pertumbuhan ekonomi Sumedang saat ini sebesar 5,79 persen sudah menunjukkan tren positif karena berada di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,1 persen. Namun, capaian tersebut belum menjadi akhir dari perjalanan pembangunan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi kita 5,79 persen, berada di atas rata-rata nasional. Tetapi kita belum puas. Tahun 2029 target kita minimal 8 sampai 9 persen. Ini memang bukan hal mudah, tetapi tugas pemimpin adalah membuat sesuatu yang sulit menjadi mungkin,” ujar Dony.
Dony menilai peningkatan pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan kemampuan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, tingginya investasi belum otomatis memberikan dampak besar apabila tidak diikuti dengan kesiapan tenaga kerja lokal.
Dony juga mencontohkan, Jawa Barat saat ini menjadi salah satu daerah dengan nilai investasi terbesar di Indonesia. Namun, angka investasi yang tinggi masih menjadi pekerjaan rumah agar mampu menekan angka pengangguran secara signifikan.
“Investasi Jawa Barat sudah sangat besar, tetapi harus diikuti penyerapan tenaga kerja. Jangan sampai investasi tumbuh, tetapi masyarakat lokal tidak mendapatkan manfaat maksimal,” katanya.
Adapun salah satu tantangan yang dihadapi adalah kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kemampuan sumber daya manusia. Perkembangan kawasan industri di wilayah Rebana membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri modern.
Karena itu, kata Dony, Pemkab Sumedang mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan penguatan keterampilan digital agar masyarakat lokal mampu bersaing.
Selain sektor industri, Dony juga melihat peluang besar dari ekonomi kreatif dan digitalisasi produk lokal. Menurutnya, Sumedang memiliki banyak potensi budaya, pertanian, UMKM, dan produk unggulan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.
Melalui konsep “Ekonomi Digital Berbasis Budaya”, Pemkab Sumedang menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan kemasan produk UMKM, perluasan pemasaran digital, peningkatan legalitas usaha melalui NIB, hingga memperluas akses pasar melalui berbagai gerai produk lokal.
Dony menegaskan, pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga harus menjaga keterhubungan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan.
“Kita ingin ekonomi berjalan seiring dengan budaya. Budaya mengajarkan bagaimana hubungan manusia dengan tanah, air, udara, dan alam. Ini menjadi kekuatan yang harus kita kembangkan,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat, Sumedang mampu melakukan percepatan ekonomi yang lebih inklusif serta meningkatkan kemandirian daerah.
FERJB 2026 sendiri mengusung tema “Membangun Ekonomi Digital Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal” sebagai upaya memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.





