Kantor Baru PWI Sumedang Diresmikan, Bupati Harap Jadi Ruang Lahirnya Gagasan dan Solusi Publik

SUMEDANG – Kehadiran kantor baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumedang diharapkan tak hanya memperkuat organisasi kewartawanan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Harapan itu disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat meresmikan Balai Wartawan PWI di Jalan Angkrek Nomor 95, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (27/10/2026). Menurutnya, pers memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah memahami kebutuhan warga sekaligus mengawal jalannya pembangunan.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumedang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala perangkat daerah, serta para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Sumedang.

Dony berharap sekretariat baru itu dapat dimanfaatkan sebagai tempat bertukar pikiran, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan jurnalistik. Dengan fasilitas yang lebih memadai, PWI diharapkan semakin kuat dalam menjaga profesionalisme anggotanya.

“Semoga kantor ini menjadi obor penerang, menjadi wahana untuk memformulasikan berbagai solusi, sekaligus menghadirkan pers yang kredibel di Kabupaten Sumedang,” kata Dony.

Ia menilai organisasi yang menaungi berbagai kelompok masyarakat perlu memiliki tempat yang layak untuk menunjang kegiatan dan pengembangan kapasitas anggotanya. Sejumlah organisasi, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), telah memiliki sekretariat. Kini, PWI menyusul, sementara penyediaan sekretariat untuk KNPI masih diupayakan.

Namun, bagi Dony, keberadaan kantor bukan sekadar persoalan fasilitas. Lebih dari itu, sekretariat PWI harus mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan untuk berbagi pengalaman, memperdalam pengetahuan, serta membangun kualitas jurnalistik yang semakin baik.

Di sisi lain, Bupati mengakui pemberitaan media kerap menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengetahui persoalan yang membutuhkan penanganan segera. Informasi mengenai jalan rusak, gangguan irigasi, bencana, rumah tidak layak huni, hingga dugaan pelanggaran di masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pemerintah.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan masukan dari berbagai pihak. Dalam hal ini, wartawan berperan menyampaikan kondisi faktual di lapangan yang belum tentu seluruhnya terjangkau oleh perangkat daerah.

“Informasi yang disampaikan wartawan sangat berharga bagi kami. Pemerintah memiliki kelemahan, kekurangan, dan keterbatasan. Karena itu, kami tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan masukan dari berbagai pihak, termasuk insan pers,” ujarnya.

Dony juga menyoroti pentingnya peran media dalam menyampaikan hasil kerja pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, program pembangunan tidak cukup hanya dilaksanakan, tetapi juga perlu diinformasikan secara terbuka agar warga mengetahui manfaat yang dihasilkan.

Ia berharap komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat mendorong tumbuhnya kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut selanjutnya menjadi modal untuk memperluas partisipasi warga dalam pembangunan Kabupaten Sumedang.

Meski demikian, Dony menekankan bahwa kemitraan antara pemerintah dan pers harus tetap ditopang oleh independensi, profesionalisme, serta tanggung jawab jurnalistik. Kritik yang disampaikan media justru diperlukan sebagai bahan perbaikan, sepanjang didasarkan pada informasi yang akurat dan berimbang.

“Apalah artinya kami bekerja keras jika hasilnya tidak tersampaikan kepada publik. Wartawan membantu menyampaikan program dan capaian pemerintah kepada masyarakat. Ketika masyarakat mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah dan merasakan manfaatnya, kepercayaan akan tumbuh,” tuturnya.

Ia pun berharap PWI Sumedang dapat terus menjalankan fungsinya sebagai bagian dari pilar keempat demokrasi, dengan menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga analitis dan kritis.

Dengan demikian, Balai Wartawan PWI diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat berkumpulnya jurnalis. Kantor tersebut diharapkan menjadi ruang yang memperkuat kualitas pers sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memajukan Sumedang.