Ngalampah di Cimalaka Sumedang, Anak Muda Turun ke Jalan Lawan Sampah

Foto: Istimewa

SUMEDANG – Kepedulian terhadap lingkungan tak cukup hanya dengan imbauan. Komunitas Ngalampah (Ngalaan Sampah) bersama pelajar dan mahasiswa membuktikannya melalui aksi memungut sampah di sepanjang jalan Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang memadukan olahraga dengan aksi bersih-bersih ini menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah kecil, termasuk mengambil sampah yang berserakan di sekitar.

Gerakan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata seperti ini penting untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan, bukan sekadar menjalankan kegiatan sesaat.

“Kalau sudah ada pembiasaan, insyaallah akan menjadi gaya hidup kita,” kata Dony, seraya mendorong masyarakat membiasakan diri menjaga lingkungan dan memilah sampah sejak dari rumah.

Ia menilai, kepedulian terhadap kebersihan perlu tumbuh menjadi respons spontan setiap kali seseorang menemukan sampah atau melihat sesuatu yang tidak semestinya berada di tempatnya.

“Di mana pun kita berada, ketika melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya, melihat sampah, hati kita merasa terpanggil. Jadi, kepeduliannya sangat tinggi. Langsung ambil, langsung arahkan. Dimulai dari diri kita,” ujarnya.

Selain mengurangi sampah yang mencemari lingkungan, kegiatan Ngalampah juga memperkenalkan pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah plastik, kertas, dan botol yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dipisahkan untuk dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali.

Dengan cara tersebut, sampah tidak semata-mata dipandang sebagai barang buangan, tetapi juga memiliki potensi untuk didaur ulang maupun memberikan nilai tambah apabila dikelola secara tepat.

Dony menegaskan, upaya mengatasi persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran masyarakat, terutama anak muda, dibutuhkan agar gerakan menjaga kebersihan tumbuh di berbagai lingkungan.

“Mari kita terus gelorakan Ngalampah, terus maju. Ini adalah karya nyata partisipasi para pemuda, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang ingin menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” tuturnya.

Melalui gerakan ini, Ngalampah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat di Desa Licin. Aksi serupa diharapkan tumbuh di wilayah lain sehingga kebiasaan memungut, memilah, dan mengurangi sampah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sumedang.