26 PK dan 8 Hasta Karya Antar Bunda Bilqis Maju di Musda XI Golkar Sumedang

SUMEDANG – Dukungan politik terhadap Hj. Yuslita Sumartini Bilqis menguat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang.

Bunda Bilqis, sapaan akrab Yuslita Sumartini Bilqis, secara resmi menyerahkan pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang untuk periode 2025-2030, Senin (5/10/2026).

Yang menarik, pendaftaran tersebut tidak dilakukan seorang diri. Ia datang ke Sekretariat DPD Golkar Sumedang dengan iring-iringan ratusan pendukung. Di antara mereka terdapat para Ketua Pengurus Kecamatan (PK) dari 26 kecamatan serta delapan Ketua Hasta Karya Partai Golkar.

Rombongan berangkat dari kediaman Bunda Bilqis sekitar pukul 09.30 WIB dan tiba di Sekretariat DPD Golkar Sumedang sekitar pukul 10.30 WIB. Kedatangannya disambut dengan tarian khas daerah.

Sebelum menuju sekretariat, para Ketua PK dan Hasta Karya terlebih dahulu menyatakan dukungan mereka kepada Bunda Bilqis untuk maju dalam bursa Ketua DPD Golkar Sumedang.

Bagi Bunda Bilqis, derasnya dukungan tersebut menjadi dorongan tersendiri untuk melanjutkan perjuangan membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Sumedang.

“Alhamdulillah, dukungan terus mengalir. Dukungan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang membesarkan Partai Golkar,” kata Bunda Bilqis seusai mendaftarkan diri.

Ia juga melihat suasana menjelang pelaksanaan Musda XI yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Selasa (6/10/2026), mulai lebih kondusif.

Menurutnya, perbedaan pilihan yang sebelumnya muncul di internal partai seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kader untuk kembali bersatu.

“Alhamdulillah semua PK bersatu, sekarang sudah mencair, sudah tidak ada lagi kubu Akur, kubu Ari dan kubu Bunda. Sekarang semuanya sepakat mendukung proses berlangsungnya Musda XI Partai Golkar dengan riang gembira dan semua solid kembali bergandengan tangan lagi,” ujarnya.

Bunda Bilqis pun meminta para pendukungnya tidak menjadikan kontestasi Musda sebagai alasan untuk membangun sekat di antara sesama kader.

Ia menekankan pentingnya menjaga suasana tetap aman dan kondusif hingga seluruh tahapan Musda selesai.

“Perbedaan dukungan tidak seharusnya menjadi alasan bagi kader untuk saling berhadapan. Semua kader pada akhirnya memiliki tujuan yang sama untuk menjaga soliditas Partai Golkar Kabupaten Sumedang,” katanya.