Bupati: Bayar Pajak Adalah Investasi Masa Depan dan Pertumbuhan Ekonomi Sumedang

Foto: Istimewa

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan daerah melalui inovasi Sistem Informasi Cek Potensi Pajak Daerah (SiCepot-PD).

Inovasi yang dikembangkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumedang diharapkan mampu meningkatkan optimalisasi potensi pajak daerah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir pada saat menghadiri Diseminasi Pengelolaan Pendapatan Daerah sekaligus peluncuran SiCepot-PD didampingi Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila bertempat di Gedung Negara, Selasa (27/10/2026).

Bupati Dony menyebutkan, SiCepot-PD merupakan sistem informasi yang dirancang untuk membantu pemetaan dan identifikasi potensi pajak daerah secara lebih terstruktur.

“SiCepot-PD juga diharapkan dapat berjalan selaras dengan layanan digital perpajakan lainnya, seperti SIAPDOL (Sistem Informasi Administrasi Pajak Daerah Online), sehingga proses administrasi dan pelayanan perpajakan semakin efektif, efisien, dan mudah diakses,”ujar Dony.

Melalui peluncuran inovasi tersebut, Bupati berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat, seiring dengan penguatan tata kelola pendapatan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dony juga mengapresiasi Bapenda Kabupaten Sumedang yang telah berkolaborasi dengan Bank BJB dalam menghadirkan inovasi digital sebagai cara baru dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengintensifkan pendapatan pajak daerah.

“Ini merupakan cara baru dalam menyelenggarakan pemerintahan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengoptimalkan potensi pajak daerah,” ujarnya.

Menurut Dony, kehadiran SiCepot-PD menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan pajak daerah yang semakin modern, transparan, dan berbasis data.

Ia juga menyambut baik upaya pengembangan sistem pembayaran pajak yang semakin terintegrasi sehingga dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Bagi saya, ini dream come true. Apa yang selama ini kita impikan, bagaimana potensi pajak daerah bisa dipetakan dengan baik dan didukung sistem pembayaran yang semakin mudah, mulai terwujud melalui inovasi ini. Karena itu, sosialisasi seperti ini penting agar masyarakat memahami dan dapat memanfaatkan layanan yang tersedia,” katanya.

Dony menegaskan, pajak daerah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sumedang.

“Berbagai pembangunan infrastruktur jalan, ruang kelas baru, hingga fasilitas kesehatan dapat diwujudkan salah satunya berkat kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak,”tutur Dony.

Dong juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang selama ini konsisten memenuhi kewajibannya dengan patuh dan taat.

“Terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah konsisten dan taat membayar pajak. Berkat pajak yang dibayarkan oleh Ibu dan Bapak, alhamdulillah jalan bisa dibangun, ruang kelas baru bisa dibangun, dan fasilitas kesehatan bisa ditingkatkan. Semua ini merupakan bagian dari manfaat pajak yang kembali kepada masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, para wajib pajak merupakan pahlawan pembangunan yang kerap tidak terlihat secara langsung, tetapi kontribusinya memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

“Tanpa kontribusi Ibu dan Bapak, pemerintah tidak punya nyawa. Para wajib pajak adalah pahlawan pembangunan yang sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya luar biasa,” ungkapnya.

Dony menambahkan, membayar pajak bukan sekadar memenuhi kewajiban kepada negara atau pemerintah daerah, melainkan bentuk gotong royong modern untuk membangun daerah secara bersama-sama.

Ia mengajak masyarakat untuk memandang pajak sebagai investasi bagi masa depan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pembangunan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Membayar pajak bukan sebuah kehilangan, tetapi investasi untuk masa depan anak-anak dan masyarakat. Membayar pajak adalah investasi untuk menumbuhkan ekonomi Sumedang agar terus tumbuh dan bergerak,” pungkasnya.

Sementara itu, Kemal Idris, mengatakan kegiatan diseminasi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman dan kepatuhan wajib pajak, sekaligus mengakselerasi penggalian potensi serta peningkatan penerimaan pajak daerah.

Menurutnya, terdapat tiga strategi utama yang didorong, yakni penerapan mekanisme split payment, optimalisasi Sistem Informasi Cek Potensi Pajak Daerah (SICEPOT-PD), serta penguatan pengelolaan Pajak Air Tanah (PAT).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemungutan pajak daerah. Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis data, kami berharap kemandirian fiskal Kabupaten Sumedang semakin kuat,” ujar Kemal.

Ia menjelaskan, SICEPOT-PD dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti potensi pajak yang belum terdata secara optimal.

“Mekanisme split payment diarahkan untuk meningkatkan ketertiban penyetoran pajak, transparansi, serta meminimalkan risiko keterlambatan dan kebocoran penerimaan,”ujarnya.

Kemal menegaskan, hasil diseminasi akan ditindaklanjuti melalui pemutakhiran data potensi, verifikasi lapangan, pendampingan wajib pajak, serta evaluasi berkala.

“Optimalisasi pajak daerah bukan semata-mata mengejar angka penerimaan, tetapi juga membangun tata kelola perpajakan yang transparan, adil, akuntabel, dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.