DPRD Sumedang Sampaikan Hasil Monitoring Penyekatan Mudik 2021

  • Bagikan
FORKOPIMDA Sumedang mengikuti Rapat Koordinasi tentang Hasil Monitoring Penyekatan Mudik 2021.
FORKOPIMDA Sumedang mengikuti Rapat Koordinasi tentang Hasil Monitoring Penyekatan Mudik 2021.

INISUMEDANG.COM — KETUA DPRD Sumedang Irwansyah Putra menghadiri Rapat Koordinasi Forkompinda tentang Evaluasi Hasil Monitoring Keduabelas (12) Titik Pos Penyekatan Wilayah Kabupaten Sumedang, bertempat di Gedung Negara Sumedang. Sabtu Sore (08/05/2021).

Rakor tersebut dihadiri Forkopimda Kabupaten Sumedang. Mulai dari Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T, M.M, Kapolres Sumedang AKBP. Eko Prasetyo Robbyanto, S.H., S.I.K., M.Pict M.I.S.S dan Kajari Sumedang.

Kemudian, Sekda Sumedang Drs. Herman Suryatman, M.Si, Kepala Kesbangpol Asep Tatang Sujana, dan diikuti seluruh unsur SKPD, dan tamu undangan lainnya.

Rapat tersebut membahas hasil monitoring yang dilaksanakan oleh 6 tim di 12 titik Pos Penyekatan di Kabupaten Sumedang.

Pada kesempatan tersebut, Irwansyah menyampaikan hasil monitoringnya yang dilaksanakan Timnya di Kecamatan Surian dan Buahdua yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Indramayu.

Guna memaksimalkan penyekatan mudik di daerah perbatasan tersebut, pihaknya ikut serta memeriksa kendaraan-kendaraan baik roda empat maupun dua yang melintas. Bahkan secara tegas menyuruh serang sopir minibus untuk memutar balik kendaraannya yang bernomor polisi luar daerah saat hendak memasuki wilayah hukum Sumedang.

Namun, kata IP, sapaan akrabnya, pihaknya memberikan pengecualian bagi pengendara yang sedang melakukan perjalanan kerja, yang memiliki surat keterangan kerja dari perusahaan bersangkutan dan memiliki izin jalan.

Selain itu, Irwansyah mengungkapkan, dari hasil monitoringnya ke daerah-daerah di atas, pihaknya mendapati situasi masih terbilang sepi. Namun demikian, pihaknya tetap menyarakankan agar penyekatan tetap berjalan ketat.

Irwansyah juga menyarankan kepada petugas di Pos Penyekatan agar menerapkan sistem piket bergantian. Tidak semua personel bertugas pada waktu yang sama supaya tidak menguras tenaga.

Baca Juga : DPRD Sumedang Sampaikan Keluh Kesah Warga Terdampak Cisumdawu ke Kemen PUPR

“Saran untuk pelaksanaan tersebut di berbagai pos penyekatan petugas diharuskan bergantian pada saat melakukan jaga di pinggir jalan. Tidak seluruhnya berbarengan karena akan menguras tenaga pada saat yang bersamaan, juga selalu lakukan antisipasi dalam bertugas, terutama pada saat puncak arus mudik nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya, Sekda Sumedang Herman Suryatman menyampaikan, hasil dari monitoring 12 check point atau titik pos penyekatan di Kabupaten Sumedang yang dimonitor oleh 6 tim tersebut telah berjalan dengan lancar.

“Saya berharap, ke depannya tidak terjadi kendala dan hambatan dalam bertugas, terutama saat lebaran tiba,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Bupati Dony mengucapkan terimakasih kepada Forkopimda yang telah bekerja optimal melakukan monitoring lapangan, dan secara umum pelaksanaan sudah berjalan dengan lancar.

“Begitupun saya telah memonitor pos yang berlokasi di Cimanggung, jalan Sayang, dan Cibeusi Jatinangor perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung,” katanya.

Menurut Dony, hasil dari monitor tersebut, telah memilah kendaraan dengan melakukan pemeriksaan yang akan masuk ke Kabupaten Sumedang melalui plat nomor, juga persyaratan yang berlaku. Apabila tidak sesuai persyaratan, kendaraan terpaksa harus diputar-balikan dan bagi kendaraan yang di luar plat nomor Z, tidak diizinkan untuk memasuki daerah Kabupaten Sumedang.

“Sebelumnya juga Pos Penyekatan daerah Cibeusi yang di mana intensitas kendaraannya sangat padat sehingga menimbulkan kemacetan pada saat kendaraan diatur pada jalur-jalur tertentu,” tuturnya.

  • Bagikan