SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali mendesak pemerintah pusat agar mempercepat penyelesaian pembangunan Bendung Rengrang yang hingga kini belum dapat beroperasi secara maksimal. Infrastruktur irigasi tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas ribuan hektare lahan pertanian di wilayah timur Sumedang.
Desakan itu disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir saat meninjau lokasi Bendung Rengrang, Rabu (5/8/2026), didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, unsur kecamatan, serta pemerintah desa setempat.
Dalam peninjauan tersebut, Dony menjelaskan bahwa proyek Bendung Rengrang telah dimulai sejak 2016 dengan sasaran mengairi sekitar 3.800 hektare sawah yang tersebar di Kecamatan Paseh, Conggeang, Tomo hingga Ujungjaya. Meski konstruksi utama telah selesai beberapa tahun lalu, jaringan irigasinya belum dapat dimanfaatkan akibat kendala kondisi geologi yang memicu pergerakan tanah dan longsor.
Menurutnya, persoalan tersebut membuat desain teknis proyek harus mengalami beberapa kali penyesuaian sehingga penyelesaiannya membutuhkan waktu lebih lama dari rencana awal.
“Kami berharap Kementerian PUPR dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan ini. Bendung Rengrang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya petani, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan,” kata Dony.
Sambil menunggu penyelesaian secara menyeluruh, Pemkab Sumedang bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung menyiapkan sejumlah langkah sementara. Upaya tersebut meliputi penanganan area rawan longsor, penyediaan pompa air, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), hingga pemanfaatan air bendung sebagai sumber air baku.
Langkah tersebut diharapkan mampu membantu petani tetap memperoleh pasokan air, terutama pada musim kemarau, sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu.
Dony optimistis keberadaan Bendung Rengrang nantinya akan meningkatkan intensitas tanam. Lahan yang selama ini hanya mampu dipanen satu kali dalam setahun diharapkan dapat meningkat menjadi dua bahkan tiga kali panen sehingga produksi pertanian Sumedang ikut terdongkrak dan mendukung program ketahanan pangan.
Ia menambahkan, pembangunan Bendung Rengrang juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah sebagai kompensasi atas pembangunan Bendungan Jatigede. Karena itu, percepatan penyelesaian proyek dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani di kawasan timur Kabupaten Sumedang.





