Asyik Karaokean dan Konsumsi Miras, Sejumlah Remaja Dibubarkan Satpol PP Sumedang

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Sejumlah remaja yang sedang asyik karaokean dan menkonsumsi minuman keras (Miras) di Studio Karoke dibubarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) dalam kegiatan Patroli Gakumlin, Sabtu (29/5/2021) malam.

“Iya kami temukan banyak pasangan muda mudi yang tidak menjaga jarak serta terdapatnya botol minuman beralkohol yang sudah habis di minum didalam ruangan karaoke. Hal ini telah melanggar Perda Nomor 17 Tahun 2003 tentang Larangan Peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Sumedang,” kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) pada Satpol PP Kab. Sumedang Yan Mahal Rizzal, SH,.MH, kepada wartawan, Minggu (30/5/2021).

Selain memberikan membubarkan kerumunan muda mudi tersebut, sambung Rizzal, pihaknya juga memberikan sanksi denda baik terhadap muda mudi tersebut dan juga terhadap pemilik tempat karaoke, karena telah melanggar Protokol Kesehatan sesuai Perbup Nomor 5 Tahun 2021.

“Selain para remaja yang dikenakan sanksi, kami juga berikan sanksi denda terhadap pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan dengan besaran denda Rp 500 ribu
yang di setorkan ke Kas Daerah Pemda melalui bank BJB Cabang Sumedang,” tegas Rizzal.

Rizzal menuturkan, untuk Studio Karaoke sendiri, telah beberapa kali terpantu dan dilakukan penyelidikan akhirnya malam tadi kita laksanakan pengecekan lokasi bersama tim, dan dipastikan terdapat kegiatan Karaoke dan dilakukan penindakan dengan tegas, termasuk pemberhentian jam operasionalnya sementara.

Baca Juga : Satpol PP Sumedang, Minta Satgas Covid-19 di Tempat Usaha Ikut Berperan Aktif

“Karaoke Studio yang operasionalnya masih diberhentikan sementara, berusaha mengelabui petugas dengan lokasi yang tertutup, dan hanya satu pintu yang dijaga untuk keluar masuk. Namun setelah dilakukan pemantauan sebelumnya, malam tadi kami menemukan didalam ruangan terdapat kegiatan hiburan Karaoke yang operasionalnya masih diberhentikan sementara itu,” tegasnya.

Rizzal menuturkan, kegiatan Patroli Gakumlin dilaksanakan, dalam rangka mengedukasi dan pengenaan sanksi, dengan sasaran operasi penegakan hukum dan pendisiplinan seperti di Warung Makan dan cafe yang melebihi jam operasional yaitu pukul 21.00 WIB, juga pelanggaran akan Protokol Kesehatan minimal terhadap 5 M (memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas).

“Untuk tim yang terlibat dalam kegiatan Penegakan hukum dan pendisiplinan selain dari Satpol PP, TNI, Polri, Dishub. Kami perlu kami tegaskan lagi, kami tidak akan segan – segan untuk memberikan sanksi
jika ada pengelola usaha yang masih melanggar,” tegasnya.

  • Bagikan