Satpol PP Sumedang, Minta Satgas Covid-19 di Tempat Usaha Ikut Berperan Aktif

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang meminta agar Satgas Covid-19 yang dibentuk di tempat usaha, seperti Pertokoan, Mal dan Objek Wisata serta Masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) pada Satpol PP Kabupaten Sumedang, sekaligus Tim Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Kabupaten Sumedang Yan Mahal Rizzal, SH,.MH, Minggu (9/5/2021).

Menurutnya, Satpol PP Sumedang terus mengoptimalkan pendisiplinan masyarakat, pelaku usaha seperti Rumah Makan, Cafe, tempat pariwisata, pertokoan dan fasilitas umum dan lainnya guna pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Sumedang.

Namun, tentunya tidak bisa mengandalkan dari petugas yang terbatas, sehingga diharapkan keaktifan Satgas Covid-19 di Pertokoan dan tempat usaha lainnya dapat berperan aktif. Kemudian masyarakat juga untuk dapat mendisiplinkan diri sendiri dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Tim Tim Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Kab. Sumedang anggotanya terbatas. Sehingga diharapkan Satgas Covid-19 yang telah dibentuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Sumedang,” kata Rizzal.

Rizzal menuturkan, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga, telah dibangun 3 Posko Penegakan Hukum, yaitu di di wilayah Jatinangor, Sumedang Kota dan Tomo, serta ditambah dengan Patroli kewilayahan dengan sasaran pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Sekaligus pengecekan sejauh mana efektifitas posko Covid-19 di tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan, RW/RT agar dapat bergerak bersama dalam pencegahan penyebaran Covid-19 yang masih belum berakhir.

“Jelang libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah ini, kami berharap semuanya berperan aktif lagi,” harapannya.

Selain kegiatan di Posko dan Patroli Tim Penegakan hukum dan pendisiplinan, kata Rizzal, pihaknya juga telah menugaskan personil di pertokoan atau pusat perbelanjaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Terdapat 4 lokasi yang di tugaskan, yaitu di Pasar PPKS, Ria Busana, Toserba GRIYA, Asia Plaza dan pertokoan lainnya,” terangnya.

Kasih kata Rizzal, terhadap pelanggar selain diberikan denda administratif juga diinformasikan akan larangan mudik dengan penyekatan dan pemberitahuan. Dan untuk masyarakat yang hendak memaksa akan perjalanan yang mendesak untuk membawa surat keterangan Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Desa/Kelurahan dilampiri dengan KTP pemohon.

Adapun pelanggaran yang diberikan sanksi administratif pada hari ini Minggu 9 Mei 2021 ini, tambah Rizzal, yaitu sebanyak 72 pelanggaran dan denda yang masuk ke KAS Daerah sebesar Rp 2.008.000.

“Melihat jumlah pelanggar pada hari ini, terdapat penurunan. Dimana, rata-rata setiap harinya lebih dari 100 pelanggar. Untuk itu, besar harapan dengan adanya penurunan pelanggar semakin sadar dan mendisiplinkan diri sendiri akan protokol kesehatan. Karena kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau bukan oleh kita siapa lagi,” kata Rizzal menegaskan.

  • Bagikan