Berita  

Al Ma’soem Ajak Siswa Teladani Akhlak Nabi, Hormati yang Lebih Tua

SUMEDANG — Yayasan Al Ma’soem Bandung mengajak para siswa menjadikan akhlak dan adab Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dome Al Ma’soem, Jalan Raya Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat, 28 Agustus 2026.

Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Nabi dalam Menghormati yang Lebih Tua.” Tema tersebut dinilai relevan dengan kehidupan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi digital yang semakin cepat.

Kegiatan dihadiri keluarga besar H. Ma’soem, pengurus Yayasan Al Ma’soem Bandung beserta Direksi Al Ma’soem grup, staf, guru dan dosen beserta karyawan Al Ma’soem Grup, serta para siswa Al Ma’soem.

Rektor Ma’soem University, H. Dadang Mohamad Ma’soem, Ir., MSCE., Ph.D., mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah, terutama dalam persoalan akhlak dan adab.

Ia mengatakan Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Al-Amin, sosok yang terpercaya, bahkan sebelum menerima wahyu kenabian. Predikat tersebut menunjukkan pentingnya kejujuran, integritas, dan keluhuran budi pekerti dalam kehidupan.

“Pesan mengenai akhlak juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS Al-Qalam ayat 4 yang menyebut Rasulullah SAW memiliki akhlak yang agung,” ujarnya.

Menurut Dadang, kemajuan teknologi dan kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan adab. Prestasi akademik maupun berbagai penghargaan, kata dia, tidak akan cukup jika seseorang kehilangan kesantunan dalam berinteraksi dengan orang lain.

“Dalam kehidupan sehari-hari, para siswa diajak menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana. Di antaranya berbicara dengan santun, mendengarkan ketika orang yang lebih tua berbicara, serta menghargai perhatian dan nasihat yang diberikan orang tua maupun guru,” paparnya.

Siswa juga diingatkan untuk tidak memotong pembicaraan, menjaga nada suara, dan memberikan perhatian ketika guru mengajar atau orang tua memberikan nasihat. Penggunaan gawai, kata dia, semestinya tidak membuat siswa mengabaikan orang yang sedang berbicara.

“Selain itu, di Al Ma’soem siswa didorong membiasakan senyum, salam, dan sapa, termasuk ketika bertemu guru di lingkungan sekolah. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa Al Ma’soem,” katanya.

Dadang juga berpesan, pentingnya menjaga hubungan antara generasi muda dengan orang yang lebih tua. Penghormatan kepada orang tua dan guru, menurut dia, merupakan bagian dari adab yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda.

Pesan itu diperkuat dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Tirmidzi mengenai pentingnya menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua.

Yayasan Al Ma’soem berharap para siswa tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

“Jadilah generasi yang cerdas otaknya, kreatif pemikirannya, luar biasa prestasinya, dan yang paling utama mulia adabnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Dalam tausiyahnya, KH. M. Agus Abdullah, Drs., M.Ag., membahas makna Maulid Nabi dan membedakannya dengan istilah “Muludan” yang lebih dikenal dalam tradisi masyarakat.

Menurut Agus, Maulid Nabi merujuk pada momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengingat kembali perjalanan hidup, keteladanan, dan akhlak Rasulullah.

Adapun muludan lebih sering digunakan untuk menyebut bentuk tradisi atau kegiatan masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi.

“Pembahasan tersebut menekankan bahwa peringatan kelahiran Nabi tidak semestinya hanya dipahami sebagai tradisi tahunan. Esensi utamanya adalah mengenal Rasulullah lebih dekat dan menjadikan akhlaknya sebagai teladan dalam kehidupan,” katanya.

Dalam rangkaian acara, Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, menyerahkan kenang-kenangan berupa jas almamater Al Ma’soem dan plakat batu kepada KH. M. Agus Abdullah, Drs., M.Ag., selaku penceramah Uraian Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus doa.

Peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya Yayasan Al Ma’soem menanamkan nilai akhlak dan penghormatan kepada orang tua, guru, serta mereka yang lebih tua. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti dalam kegiatan keagamaan, tetapi dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.