Berita  

Tiga Siswa SMAN Cimanggung Sumedang Wakili Indonesia diAjang Lomba Fotografi Internasional Jepang

Foto: Dokumentasi Prokopim Sumedang

SUMEDANG – Tiga siswa kelas X SMA Negeri Cimanggung Kabupaten Sumedang berhasil lolos ke ajang lomba fotografi internasional di Jepang. Ketiga siswa tersebut yaitu, Abiyu, Nadira dan Sayyid akan mewakili Indonesia pada Higashikawa Youth Festival di Hokkaido Jepang, setelah melewati seleksi nasional.

Bupati Dony Sumedang H. Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi yang diraih. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, berkembang, dan mengukir prestasi yang lebih tinggi.

“Selamat. Ini bukan akhir, tetapi awal. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan setengah-setengah. Belajar sebanyak mungkin selama di Jepang karena setiap pengalaman pasti membawa hikmah,” ujar Dony di Gedung Negara, Selasa, 30 Juni 2026.

Dony berpesan agar para siswa tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang nantinya dapat dibagikan kepada teman-teman di sekolah maupun generasi muda Sumedang.

“Keberangkatan kalian ke Jepang harus menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain. Bermimpilah besar, karena apa yang kita pikirkan dan perjuangkan bisa menjadi kenyataan. Think positive, dream big, lalu berusaha sekuat tenaga,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, salah seorang peserta, Abiyu, menceritakan bahwa perjalanan mereka dimulai sejak awal tahun ketika diajak kepala sekolah mengikuti kompetisi internasional tersebut.

Selama sekitar lima bulan, mereka menjalani pembinaan intensif mulai dari penguasaan teknik fotografi, komposisi, pencahayaan, warna hingga penyesuaian tema sesuai ketentuan lomba.

Dari sejumlah siswa yang mengikuti pembinaan, mereka bertiga terpilih mewakili sekolah pada seleksi nasional. Dalam proses pembuatan karya, mereka menghabiskan tiga hari penuh memotret di area persawahan demi mendapatkan hasil terbaik.

“Kami mengangkat tema anak petani sebagai representasi Indonesia sebagai negara agraris. Penilaian lomba mencakup teknik fotografi, kesesuaian tema, dan kualitas warna. Karena itu kami benar-benar memperhatikan cahaya dan momen terbaik saat memotret,” jelas Abiyu.

Ia menambahkan, pada babak internasional nanti mereka akan bersaing dengan peserta dari sekitar 17 negara untuk memperebutkan gelar juara.

Sementara itu, Sayyid mengaku masih tidak menyangka dapat mewakili Indonesia di tingkat internasional.

“Rasanya seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Kami bangga bisa membawa nama sekolah, Sumedang, dan Indonesia,” ujarnya.

Ketiganya berharap pencapaian tersebut menjadi inspirasi bagi pelajar lain agar berani mengembangkan bakat dan tidak ragu bermimpi besar.

“Kami ingin membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Semoga semakin banyak siswa Sumedang yang berani mengembangkan hobinya hingga mampu berprestasi di tingkat internasional,” tandasnya.