INISUMEDANG.COM – Keputusan Simone Inzaghi meninggalkan Inter Milan akhirnya terungkap. Pelatih asal Italia itu buka suara dan menjelaskan alasan di balik kepergiannya usai musim 2024/2025.
Kepergian tersebut terjadi tak lama setelah Inter kalah di final Liga Champions, yang menjadi momen pahit bagi klub dan para Interisti.
🔥 Keputusan Cepat Usai Final
Menurut laporan jurnalis Italia Nicolo Schira, Inzaghi mengambil keputusan hanya dua hari setelah final di Munich.
Ia mengaku telah berdiskusi langsung dengan Presiden klub sebelum akhirnya menerima tawaran dari klub Arab Saudi.
Warisan untuk Inter: Dimarco & Zieliński
Dalam pernyataannya, Inzaghi menegaskan bahwa ia memiliki peran penting dalam mempertahankan Federico Dimarco di skuad Inter.
Bahkan, ia menyebut tanpa campur tangannya, Dimarco kemungkinan besar tidak akan bertahan.
Tak hanya itu, Inzaghi juga mengklaim bahwa perekrutan Piotr Zieliński merupakan keinginannya secara pribadi.
🔥 Tak Menyesal Tinggalkan Inter
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Inzaghi menegaskan tidak menyesali perjalanan kariernya di Inter.
Ia bahkan mengaku akan mengulang semua perjalanan tersebut jika diberi kesempatan.
Gabung Al Hilal Bukan Soal Uang
Setelah meninggalkan Inter, Inzaghi memilih bergabung dengan Al Hilal.
Namun ia membantah bahwa keputusan tersebut didasari faktor finansial.
Menurutnya, langkah itu diambil demi mencari tantangan dan pengalaman baru dalam kariernya.
Kontroversi dan Pembelaan
Inzaghi juga menanggapi kritik terkait kepemimpinannya di Inter.
Ia menepis anggapan bahwa timnya diuntungkan wasit, bahkan merasa Inter kerap dirugikan dalam beberapa pertandingan penting.
Kenangan yang Lebih Berarti dari Trofi
Menariknya, Inzaghi menyebut kemenangan atas Bayern Munchen dan Barcelona sebagai momen paling berkesan, bahkan melebihi trofi yang diraih.
Ia juga mengakui, jika berhasil menjuarai Liga Champions saat itu, kemungkinan besar ia akan tetap bertahan di Inter.
Catatan Prestasi Inzaghi
Selama empat musim menangani Inter Milan, Simone Inzaghi berhasil mempersembahkan tujuh trofi, termasuk satu gelar Serie A.
Ia juga membawa Inter dua kali mencapai final Liga Champions, pencapaian yang memperkuat statusnya sebagai salah satu pelatih top Eropa.
👉 Baca juga:
- https://inisumedang.com/inter-milan-siap-rekrut-curtis-jones-liverpool-terancam-kehilangan-gelandang/
- https://inisumedang.com/inter-dan-ac-milan-berebut-nathan-ake-dari-manchester-city/
- https://inisumedang.com/milan-vs-napoli-perebutan-ucl/
⚠️ Disclaimer:
Artikel ini disusun berdasarkan laporan media dan wawancara yang beredar. Informasi dapat berubah sesuai perkembangan terbaru.






