Banner Iklan bjb

Saat Sidang Doni Salmanan Spanduk Berisi Tuntutan Korban Hiasi PN Bale Bandung

BANDUNG – Berbagai spanduk berisi tuntutan dari para korban investasi trading menghiasi sidang perdana Crazy Rich Doni Salmanan di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung.

Salah satu spanduk tuntutan yang terpasang di area PN Bale Bandung, Jalan Jaksa Naranata, berbunyi. “Kembalikan Semua Uang Korban Binary Option Affiliator Doni Salmanan. Jangan Sampai Uang Korban Diambil Negara”.

“Demi Allah Miskinkan Doni Salmanan. Kami Tidak Akan Ikhlas Dunia Akhirat Jika Doni Salmanan Tidak Dihukum Seberat-beratnya. Dan Tolong Kembalikan Uang Kami Hakim, Karena Kami Sangat Merasa Tertipu”.

“Tolong Bapak Presiden Jokowi, Kembalikan Uang Kami. Korban Binary Option Affiliator Doni Salmanan”. Begitu isi spanduk lainnya yang menghiasi PN Bale Bandung di sidang perdana dari Crazy Rich asal Soreang itu.

Selain itu sidang perdana terdakwa Crazy Rich Doni Salamanan atas kasus penipuan investasi trading Quotex digelar online di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Kamis 4 Agustus 2022.

Kemudian dalam sidang yang memiliki agenda pembacaan dakwaan itu. Terdakwa Crazy Rich Doni Salmanan berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika IIIA Jelekong Baleendah, Kabupaten Bandung.

Pantauan di lokasi, sidang yang digelar di ruang utama PN Bale Bandung itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Achmad Satibi. Kemudian, dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Bandung dipimpin Romlah.

Saat mengikuti sidang melalui aplikasi rapat virtual, pemilik nama lengkap Doni Muhammad Taufik itu muncul dengan penampilan berbeda. Beberapa waktu lalu rambutnya belah pinggir, kini cepak.

Pada sidang itu, Crazy Rich Doni Salmanan diduga melakukan penipuan berkedok investasi trading. Sehingga dengan memanfaatkan medsos, warga Soreang itu mengajak para korban bermain investasi diplatform Quotex.

Doni didakwa Pasal 45 ayat 1 juncto 28 ayat 1 UU ITE, Pasal 378 KUHP, dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan pemberantasan TPPU. Dalam kasus ini dia terancam hukuman 20 tahun penjara.