Polres Sumedang Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana

  • Bagikan
Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana
Peragaan Bantuan Pertolongan Terhadap Korban Bencana

KOTA –  Polres Sumedang menggealar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana di Wilayah Kabupaten Sumedang, pada Rabu (30/6/21) di Halaman Mako Polres Sumedang. Apel Kesiapsiagaan antisipasi bencana tersebut diikuti oleh Kodim 0610, Sat Pol PP, Dishub, BPBD, tagana, dan Pejabat Utama Polres Sumedang.

Menurut Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo melalui Waka Polres Asep Agustoni mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan mampu untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat risiko suatu bencana.

“Sebagai negara yang berada di daerah rawan bencana, baik bencana yang disebabkan oleh faktor alam, non alam dan juga oleh ulah manusia, kejadian bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampai saat ini kita masih banyak kelemahan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, namun diharapkan mampu untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat risiko suatu bencana”. Ujarnya.

Masih menurut Waka Polres, dengan semakin meningkatnya intensitas bencana dan keragamannya, maka upaya penanggulangan bencana perlu ditangani secara komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi antara pemerintah dan steakholder lainnya.

Kemudian Asep menambhakan, telah ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2010-2014, dinyatakan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional yaitu prioritas nomor 9 dengan substansi inti lingkungan hidup dan pengelolaan bencana.

“Khusus mengenai pengelolaan bencana ini lebih diarahkan pada peningkatan kemampuan penanggulangan bencana melalui penguatan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam usaha mitigasi risiko, serta penanganan bencana dan bahaya kebakaran hutan dan  pembentukan tim gerak cepat (unit khusus penanganan bencana) dengan dukungan peralatan dan alat transportasi yang memadai dengan basis di dua lokasi strategis (Jakarta dan Malang) yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia”. Tambahnya.

Kata Asep, belajar dari pengalaman menghadapi berbagai kejadian bencana di Kabupaten Sumedang, maka dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi, sehingga pengelolaan bencana dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, Kabupaten Sumedang  yang memiliki kondisi sosio-geografisnya dari pegunungan, memiliki potensi bencana alam yang sangat tinggi khususnya angin kencang, hujan deras, banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Hal ini perlu diantisipasi dengan langkah-langkah pencegahan penanggulangan bencana yang bisa meminimalisasi jatuhnya korban jiwa maupun materiil”. Ucapnya.

Menurut Asep, momentum apel kesiapsiagaan  ini bertujuan untuk mengecek kesiapan seluruh personel dan kelengkapan sarana dan prasarana pendukungnya, serta keterpaduan unsur lintas sektoral dan masyarakat yang turut peran aktif dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam.

“Hal ini perlu menjadi perhatian dan kesiapsiagaan kita baik personel, peralatan, alsus, dalam mengantisipasi terjadinya bencana untuk mengurangi timbulnya korban jiwa maupun materiil. Disamping itu dalam penanggulangan bencana, perlu dipahami filosofi dari penanggulangan bencana yaitu pengurangan risiko bencana yang berupaya menjauhkan rakyat dari bencana, menjauhkan bencana dari rakyat, dan living harmony with disaster”. Jelasnya.

Asep melanjutkan, bahwa ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu pertama penanganan penyelenggaraan penanggulangan bencana, diarahkan dengan menitikberatkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana melalui program pengurangan risiko bencana kedua peningkatan kapasitas sdm aparatur dan masyarakat serta kelembagaan penanggulangan bencana merupakan suatu yang sangat strategis.

“Maka sangat diperlukan upaya-upaya penguatan kapasitas baik melalui diklat teknis formal penanggulangan bencana maupun dengan melakukan gladi, simulasi table top ataupun peningkatan daya dukung SDM serta kelembagaan, sehingga SDM baik aparatur dan masyarakat senantiasa siap siaga dalam menghadapi bencana yang akan datang”. Terangnya.

Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana ini diakhiri dengan pengecekan sarana dan prasarana, kemudian dilanjutkan paragaan pemotongan pohon tumbang serta melakukan evakuasi korban ketika terjadi kebakaran.

  • Bagikan