Pilkades Serentak Masuki Tahap Pendaftaran, Panitia Gunakan Dana Talang

  • Bagikan
IMAN NURMAN SERAHKAN BERKAS: Bakal Calon kepala Desa Jatiroke, Dede Hidayat (kanan) saat pengambilan formulir Pilkades yang diterima Ketua Panitia Pilkades Jatiroke, Saepudin di sekre Pilkades Jatiroke, Rabu (2/6/2021).

JATINANGOR – Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Sumedang tahun 2021 sudah memasuki tahapan pendaftaran dan pengambilan formulir bagi para calon kepala desa. Namun, panitia Pilkades kebingungan sebab, RAB baru diajukan Juli mendatang.

Ketua Panitia Pilkades Jatiroke Kecamatan Jatinangor, Saepudin mengatakan untuk menutupi biaya operasional panitia Pilkades selama anggaran belum cair, pihaknya menggunakan dana talang. Sebab, panitia dari bulan Mei sampai September mendatang sudah mulai bekerja.

“Pelantikan panitia dilakukan tanggal 25 Mei 2021, kemudian tanggal 2-14 Juni sudah masuk tahapan pengumuman pendaftaran termasuk pengambilan formulir. Pengembalian formulir dikembalikan ketika berkas calon sudah lengkap semua dan dibatasi tanggal 14 juni sesuai intruksi DPMD,” ujarnya.

Saepudin berpesan ke Pemda agar diperhatikan anggaran untuk Pilkades di tiap desa. Sebab tidak ada pungutan atau sumbangan dari calon maupun dari donatur ke panitia Pilkades. Sebab sekarang anggaran biaya Pilkades menjadi tanggung jawab Pemda.

“Namun, ketika tahapan Pilkades sudah berjalan, anggaran belum cair, disitu kami bingung. Anggaran seharusnya lebih awal. Karena tahapan Pilkades membutuhkan biaya yang tak sedikit. Imbasnya, panitia menggunakan dana talang,” ujarnya.

Masukan kedua, karena pelaksanaan Pilkades digelar saat pandemi, anggaran pembelian alat protokol kesehatan (Prokes) tidak dianggarkan, malah dibebankan ke Desa. Artinya, menjadi beban panitia ketika dana dsri desa belum cair.

“Ketiga, biaya teknis yang tak terduga, seperti pengamanan, pengawalan, calon kades dan sebagainya. Termasuk menentukan alokasi TPS. Di Jatiroke itu jumlah hak pilih ada 4200. Agar tidak lebih dari 500 orang di tiap TPS, maka harus dibagi 11 TPS,” katanya.

Keempat, kesulitan kita menentukan sanksi apabila para calon atau timses melakukan pelanggaran pilkades seperti money politik, black campaign. Karena panitia tidak memiliki panwas berbeda ketika Pilplres atau Pilkada dan Pemilu. Sebab, fungsi BPD hanya sebagai pengawas panitia bukan calon atau timses.

Baca Juga : Situraja Utara Siap Gelar Pilkades Sukses Tanpa Ekses

Menurut Saepudin, untuk pendaftarakan dilakukan hari kerja senin – jumat (sesuai Perbup 186 tahun 2021 tentang Pilkades). Sementara Pengembalian formulir dikembalikan sesuai selesai persyaratan calon.

Seleksi administrasi dilakukan apabila calon lebih dari 5 calon. Hanya verifikasi persyaratan calon bilamana ada yang kurang.

“Karena masa pandemi, kampanye dibatasi 3 hari, teknisnya memang protokol kesehatan. Bentuknya sosialisasi yang difasilitasi oleh panitia. Kemudian kampanye dilakukan oleh masing-masing calon. Panitia memperkenalkan kepada masyarakat calon calonnya yang sudah mendaftar. Tentunya dibatasi, karena masa pandemi,” ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, Pilkades Jatiroke akan diisi para mantan dan incumbent. Diantaranya, Ulan Ruslan, Dede Hidayat, kemudian Cuna (inkamben) dan ketua BPD Tatang.

Pelaksanaan Pilkades akan digelar Rabu 8 September 2021 mendatang. Selain di Jatiroke, Kecamatan Jatinangor juga akan menggelar Pilkades di Desa Hegarmanah, Cikeruh, dan Cibeusi.

Sebelumnya, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumedang, Endah Kusyaman mengatakan seiring akan berakhirnya masa jabatan puluhan Kades tersebut, maka Pemkab Sumedang harus segera menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Menurutnya, Pilkades Serentak Gelombang Pertama akan dilaksanakan di 89 Desa di Sumedang ini rencananya akan digelar pada bulan September 2021.

  • Bagikan