Pekerjaan Griil Penutup Jalan di Pintu Gerbang Jatihurip Diminta Tidak Asal-Asalan

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Pekerjaan abutment dengan Griil yaitu penutup jalan utama di Pintu Gerbang Masuk Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara, diminta tidak asal-asalan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Jatihurip Deden Wahyudin saat ditemui di kantornya, Selasa (04/05/2021).

Menurutnya, pekerjaan Satker Tol Cisumdawu (CKJT) yang dikerjakan pihak ketiga itu merupakan upaya antisipasi terjadi banjir yang diakibatkan dampak dari pembangunan proyek jalan tol.

“Namun pekerjaan penutup jalan yang berbuat dari rangka besi itu, tidak simetris sehingga ada ruangan kosong. Lucunya, ruang kosong tersebut hanya ditambal dengan sebatang kayu sehingga kondisinya menjadi riskan,” ungkapnya.

Anehnya lagi, lanjut Deden, proyek nasional dari CKJT itu tidak dilengkapi papan proyek dilokasi pekerjaan sehingga diduga pekerjaan itu tidak sesuai gambar dan desain. Selain itu, perbaikan saluran air yang saat ini masih dikerjakan, belum tepat sasaran.

Griil besi Penutup jalan utama di Pintu Gerbang Masuk Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara Ditutup Dengan Kayu

“Sebelumnya pernah dibicarakan dengan pihak ketiga. Bahwa jalan akses Jatihurip minta diperlebar. Namun Usulan itu masih belum ditanggapi. Termasuk permintaan besi grill penutup saluran air, saya minta dicor supaya kuat menahan kendaraan berat bila melintasi Griil penutup jalan tersebut,” kata Deden menegaskan.

Sebab, lanjutnya lagi, Grill penutup jalan yang terbuat dari besi kecil itu dipastikan tidak kuat lama karena jalan ini adalah jalan kabupaten yang sering dilalui tonase kendaraan berat seperti truk pasir dan batu.

Sehingga dikawatirkan, Griil besi penutup jalan itu ambrol oleh kendaraan hingga terperosok. Karena besi itu terlalu kecil jika dipasang di jalan utama pintu gerbang Jatihurip.

Baca Juga : Hampir 10 Hari, Warga di Perum Jatihurip Dilanda Krisis Air Bersih

“Meskipun pengajuan sudah cukup lama, tapi hingga sampai saat ini masih belum ada tanggapan. Lihat saja nanti hasilnya, karena pekerjaan ini belum selesai,” jelasnya.

Deden menambahkan, Pemerintah desa, akan komplen atas pekerjaan yang asal jadi itu. Dan tetap minta ajuan desa direalisasi sesuai yang sudah dibicarakan sebelumnya.

“Jalan akses Jatihurip, bukan jalan untuk becak dan motor, namun untuk semua jenis kendaraan sekali pun kendaraan berat. Bahkan ketika jalan raya Prabu Gajah Agung macet, maka jalan ini digunakan jalan alternatif hingga ke Cimalaka,” tegasnya.

  • Bagikan