Patut Ditiru, Para Pemuda ini Kumpulkan Sampah, Uang Hasil Penjualannya Disedekahkan

  • Bagikan
pemuda cihanjuang bersedekah

CIMANGGUNG – Banyak jalan menuju Roma. Tak ada rotan, akar pun jadi. Begitulah kira kira ungkapan yang tepat bagi para pemuda pemudi di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung ini. Ya, ingin sedekah, tapi minim anggaran, dan tak punya anggaran khusus dari pemerintah.

Namun, Para Pemuda yang dimotori Dekki Ismailudin ini mampu menyentuh hati para jompo, janda tua, dan orang yang membutuhkan secara ekonomi di desanya. Dengan cara mengumpulkan sampah ke rumah rumah penduduk, menjemput, dan menjualnya kembali ke bos rongsok, hasil penjualan sampah bekas ini kemudian di sedekahkan ke warga tidak mampu.

Melalui organisasi Gerakan Muda Peduli Alam (Gempa) dan volunter, aksi sedekah sampah ini akan rutin dilakukan dan menjadi agenda kerja Gempa dan Volunter. Meski sedikit, tapi minimal bermanfaat bagi orang banyak. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

“Program sedekah sampah ini sudah berjalan 1 bulan. Alhamdulilah terkumpul sebanyak 208,1 Kg. Jika diuangkan senilai Rp707.000 selama satu bulan. Uang itu dibelanjakan lagi paket sembako, dan terkumpul 20 paket sembako. Paket ini dibagikan ke warga tidak mampu di RW 08 Dusun Babakan Situ Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung,” kata Dekki.

Menurut Dekki, karena cita citanya membeli ambulance untuk kendaraan operasional warga yang sakit, sehingga 5 persen keuntungan akan disisihkan untuk menabung membeli ambulance. 25 persen untuk operasional volunter dan 70 persen keuntungan disumbangkan kembali ke warga tidak mampu. Bahkan, memberikan sembako akan rutin setiap bulannya sesuai keuntungan dari penjualan sampah yang dipungut.

Berharap, hasil penjualan sampahnya besar, agar sumbangan ke masyarakat pun bisa dirasakan banyak warga. Tidak hanya warga Desa Cihanjuang namun kecamatan Cimanggung.

“Ya kita mah mandiri, hasil kerja keras sendiri, kemudian dibagikan lagi ke masyarakat. Volunter juga tidak digajih, hanya sukarelawan. Sebetulnya, ini kewajiban pemerintah, memberi dan mengayomi warga yang tidak mampu. Namun, kami bosan menjadi pengemis ke pemerintah, lebih baik berdikari sendiri, meski kecil tapi puas,” ujarnya.

Pria lulusan ilmu Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini sudah puluhan tahun merintis Gempa. Tujuan awalnya ingin menyelamatkan alam dari kerusakan, Namun seiring berjalan waktu, sosial pun tak bisa ditinggalkan. Karena banyak masyarakat kurang mampu yang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Jadi orang baik itu susah, tapi menyedekahkan harta lebih susah lagi. Kita mah niat iklas ingin membantu warga, bukan ingin bersaing dengan pemerintah memberikan bantuan. Silahkan bagi donatur atau warga yang ingin menyumbang sampah, kami terima dan akan kami jemput ke rumahnya. Warga juga bisa datang langsung ke sekretariat Gempa di Kp Babakan Situ Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung (belakang SMAN 1 Cimanggung,” tandasnya.

IMAN NURMAN
SALURKAN BANTUAN: Volunter Gempa saat menyumbangkan bantuan sembako hasil penjualan sampah bekas yang dikumpulkan dari warga.

  • Bagikan