Langgar PSBB Proporsional, Tempat Hiburan dan Cafe di Sumedang Diganjar Sanksi Denda

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumedang, kembali memberikan sanksi administratif terhadap tiga pengelola Tempat Hiburan dan Rumah Makan atau Cafe yang kedapatan melanggar, karena telah beroperasi melebihi jam operasional sebagaimana ketentuan jam operasional yang diatur dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional.

Ketiga tempat hiburan dan Cafe tersebut, terbukti melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) dan melebihi jam operasional pada Operasi Penegakan hukum dan Pendisiplinan atas Protokol Kesehatan dan Jam Operasional dimasa PSBB Proporsional yang dilakukan oleh Satpol PP Sumedang, Sabtu (5/6/2021) malam.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) pada Satpol PP Sumedang Yan Mahal Rizzal, SH,.MH, mengatakan, sesuai ketentuan Peraturan Kepala Daerah dalam hal ini Keputusan Bupati Nomor 215 Tahun 2021 tentang perpanjangan PSBB secara Proporsional di Kabupaten Sumedang dalam rangka pencegahan Covid-19 dan Perbup Nomor 40 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 5 Tahun 2021 tentang pengenaan sanksi administratif dimasa PSBB dan AKB, Satpol PP telah mengadakan operasi kewilayahan yang salah satunya menegakan peraturan sebagaimana disebut di atas.

“Kami tetap konsisten melaksanakan kegiatan untuk mendisiplinkan masyarakat, aparatur/pelaku usaha dan penanggungjawab kegiatan untuk senantiasa melaksanakan dan pengetatan dalam protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang,” ujarnya, Minggu (6/6/2021).

Pada kegiatan yang dilakukan malam kemarin, sambung Rizzal, ada beberapa sasaran untuk dilakukan monitoring atau pengawasan dan sidak terhadap Rumah Makan/Cafe/Restoran, fasilitas umum, kegiatan sosial budaya yang melebihi jam operasional dan dilakukan penindakan sanksi denda administratif

“Ada 3 pelanggar yang diberikan denda administratif diantaranya 2 warung makan atau cafe yang masih beroperasional melebihi Jam operasional pukul 21.00 WIB dan tempat hiburan Karaoke yang sudah memberanikan diri untuk beroperasi atau buka. Padahal, menurut Perbup Nomor 40 Tahun 2020 Karaoke masuk ke klasifikasi kegiatan sosial dan budaya (hiburan) yang operasionalnya masih di tutup, oleh karena itu atas perbuatan pelaku usaha/penanggungjawab kegiatan tersebut diberikan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Rizzal menegaskan, pemberian denda ini merupakan tahapan dari pemberian Sanksi Administratif. Kemudian, apabila kedapatan lagi melakukan pelanggaran, maka akan ditingkatkan dengan Penghentian Sementara Kegiatan, Penghentian Tetap Kegiatan, Pembekuan Izin Usaha atau Rekomendasi Pembekuan Izin Usaha, Pencabutan Sementara Izin Usaha atau Rekomendasi Pencabutan Izin Usaha dan Pencabutan Izin Usaha atau Rekomendasi Pencabutan Izin Usaha

Baca Juga : PSBB Proporsional Tahap Dua, Ratusan Pelanggar Masih Saja Terjaring Petugas di Sumedang

Selain itu, kata Rizzal, dapat dilakukan tindakan pengajuan kepada Tindak Pidana Ringan (Tipiring) atas perbuatan melakukan usaha produksi/distribusi/penjualan/menguasai/perantara dari peredaran Minuman Beralkohol sebagai Perda Nomor 17 Tahun 2003 tentang Pelarangan Peredaran Minuman Beralkohol.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada warga masyarakat ataupun pelaku usaha dan penanggungjawab kegiatan, agar senantiasa mentaati ketentuan hukum serta aturan yang berlaku. Sehingga terciptanya budaya disiplin masyarakat guna mewujudkan tata kehidupan yang lebih tentram, tertib, nyaman, bersih dan indah yang dibangun berdasarkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat,” tuturnya.

Rizzal menambahkan, selain memberikan sanksi denda terhadap pengelola tempat hiburan dan Cafe. Pihaknya juga membubarkan kerumunan para muda-mudi yang berpotensi menimbulkan penyebaran virus Corona di sejumlah ruas jalan di sekitar kota Sumedang.

“Denda yang terkumpul dari kegiatan operasi malam tadi, terkumpul sebanyak Rp 500 ribu dan langsung disetorkan ke Kas Daerah Melalui bjb Cabang Sumedang,” tandasnya.

  • Bagikan