Lakukan Balas Dendam, Tujuh Tersangka Pengeroyokan di Sumedang Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Tersangka pengeroyokan

INISUMEDANG.COM – Jajaran Satreskrim Polres Sumedang berhasil menciduk tujuh orang tersangka anggota geng motor yang merupakan pelaku pengeroyokan terhadap 4 korban, yang terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di Jl. Prabu Gajah Agung tepatnya di belakang Asia Plaza Sumedang dan di Kosan sekitar Jl. Angkrek Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara pada Senin 23 Agustus 2021 lalu.

Adapun ketujuh tersangka yang berhasil ditangkap tersebut yaitu berinisial, RF alias Omi, RE alias Alex, NM alias Buek, ZTH, DS, BN dan MARP yang masih dibawah umur.

Akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh ketujuh tersangka tersebut, saat ini empat korbannya, mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sumedang, sementara satu orang diantara harus menjalani operasi karena luka yang dialami cukup serius.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, aksi pengeroyokan, didasari balas dendam yang dilakukan oleh salah satu geng motor terhadap geng motor lainnya.

Hal itu, dikarenakan sebelumnya salah satu anggotanya menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh geng motor yang mereka serang.

“Sebelumnya, geng motor Baraya telah melakukan pemukulan terhadap salah seorang anggota geng motor XTC. Sehingga dari pihak XTC melakukan aksi balas dendam,” kata Eko kepada sejumlah wartawan di Aula Tribata Polres Sumedang, Rabu (25/8/2021).

Lebih lanjut Eko menuturkan, saat menjalankan aksinya, para tersangka secara berkelompok menggunakan kendaraan menuju ke Kosan Bento yang diduga tempat berkumpulnya geng motor Baraya.

Setibanya di Kosan tersebut, para tersangka kemudian melakukan penganiayaan terhadap MM dan FMI, hingga korban mengalami luka cukup parah.

“Para tersangka mengeroyok korban menggunakan stik bisbol dan membacok korban dengan senjata tajam. Akibatnya korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuhnya,” tutur Eko.

Tidak sampai disitu, kata Eko, para tersangka juga melakukan pengeroyokan terhadap RS dengan cara membacok dan memukuli, sehingga korban mengalami sobek di tangan kanan dan kiri.

“Sedangkan pada korban CS, para tersangka melakukan pembacokan dengan senjata tajam kebagian kepala dan pundak kiri. Sehingga korban mengalami luka bekas sayatan benda tajam dibagian pundak,” papar Kapolres.

Ketujuh tersangka tersebut, tambah Eko, dijerat pasal 170 KUHPidana dan atau pasal 351 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

“Kami juga menyita beberapa barang bukti, berupa 3 golok, 3 unit sepeda motor yang digunakan dalam melakukan aksinya, serta beberapa barang bukti lainnya,” kata Eko menegaskan.

  • Bagikan