Kemenag Sumedang Sinkronisasi Data Lembaga MDT 2021/2022

  • Bagikan
Singkronisasi Data

INISUMEDANG.COMKemenag Sumedang melalui seksi PD Pontren baru-baru ini sedang melaksanakan kegiatan pengelolaan data dan sistem informasi yang menjadi acuan bagi para pengelola data dan sistem informasi dalam mengelola data dan sistem informasi pendidikan Islam.

Hal tersebut disampaikan Bagian Pengembang Managemen Lembaga Kementerian Agama Kabupaten Sumedang Drs, Nanang Sumaryana, M. Pd.I, Selasa (7/9/21).

“Adapun maksud kegiatan ini yakni terkait pengelolaan data dan sistem informasi yang menjadi acuan bagi para pengelola data dan sistem informasi dalam mengelola data dan sistem informasi pendidikan Islam, Hal tersebut Mengingat pentingnya peran data dan informasi pendidikan Islam dalam menentukan arah kebijakan pembangunan pendidikan Islam”, tuturnya.

Ia menambahkan, selain itu sebagai bentuk kecermatan, ketelitian serta keakuratan sehingga data menjadi lebih akurat.

“Kami dari Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kabupaten Sumedang berupaya untuk meningkatkan akurasi data yang terintegrasi sistem pengelolaan data pendidikan Islam yang dikenal dengan Education Management Information System (EMIS) Direktorat PD Pontren dan menjadi satu sumber data yang dapat dijadikan sebagai referensi (rujukan) utama bagi para stakeholder yang membutuhkan data dan informasi pendidikan Islam yang lengkap, akurat dan tepat waktu”, terangnya.

Nanang melanjutkan, agar tidak ada duplikasi data dan tetap terintegrasi maka diperlukan pengolahan data secara langsung.

“Basis data yang terintegrasi merupakan penyimpanan entitas data yang mencatat keterhubungan antar entitas data, dengan menjaga kelengkapan dan kebenaran data, sehingga informasi hubungan antar entitas data dapat dihasilkan dari pengolahan data secara langsung tanpa melakukan pemadanan/ pemetaan antar entitas data secara manual. Unit kerja di luar pengelola data pokok tidak diperkenankan melakukan pengumpulan data pokok agar tidak terjadi duplikasi data pokok”, ucapnya.

Adapun tujuan pokoknya terang Nanang yakni untuk meningkatkan efesiensi, efektifitas dan sinergitas dalam pengelolaan data.

“Tujuannya untuk mewujudkan basis data tunggal sehingga dapat tercipta tata kelola data pendidikan Islam yang terintegrasi dan menghasilkan data yang representatif untuk memenuhi kebutuhan Data Mendukung peningkatan efisiensi, efektifitas, dan sinergitas kegiatan pengelolaan data pendidikan Islam yang terintegrasi”. Katanya.

Kegiatan tersebut diadakan di kecamatan Situraja yang dihadir 47 pengelola. Adapun data awal Tahun Pelajaran 2020/2021 Madrasah Diniyah Takmiliyah sebanyak 746  dan pada saat ini menjadi 820,hal ini dikarenakan ada yang diwakili oleh pengurus Kecamatan, Sedangkan Untuk Kegiatan LPQ yang akan dilaksanakan.

“Selasa ini terdata sekitar 52 Pengelola yang akan dilakukan sinkronisasi pada system, yang terdiri Dari TKQ  dan TPQ, tahun 2020/2021 yakni TKQ 558/585TPQ 633/685 Total LPQ 1191/1270 sedangkan jumlah yang diharapkan dalam sinkronisasi dalam penambahan data realita baru yang mengajukan penambahan data pada sistem EMIS sebanyak 82, semuanya mengikuti kegiatan tersebut”. Ungkapnya.

Ia berharap dapat meningkatkan kesadaran para pengelola MDT untuk meng-update izin operasional lembaga masing-masing.

Pihaknya berharap, meningkatnya kesadaran para pemimpin Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk melaksanakan kewajiban sebagai pemegang izin operasional  dalam melakukan update data melalui system EMIS (Education Management Information System) pada laman: http://emispendis.kemenag.go.id/emis_pdpontren/

“Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran Setiap entitas data yang meliputi satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, dan peserta didik, yang tidak melakukan pemutakhiran data EMIS secara periodik tidak berhak untuk mendapat layanan dalam bentuk apapun dari Direktorat Jenderal”. Jelasnya.

Nanang juga menjelaskan bahwa Kegiatan ini untuk memberi gambaran dan solusi penyelesaian terkait tidak terlayaninya data Lembaga pada Sistem Informasi Manajemen Bantuan Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren melalui laman: https://ditpdpontren.kemenag.go.id/layananbantuan/

“Tersosialisasikannya sanksi bahwa Satuan pendidikan yang tidak melakukan pemutakhiran data EMIS selama 2 (dua) semester berturut-turut akan mendapatkan teguran dari Direktur Jenderal dan dapat menerima sanksi seberatberatnya berupa penonaktifan data satuan pendidikan dari database referensi dan akun pendataan EMIS”. Pungkasnya.

  • Bagikan