oleh

Jenazah Atin Dipulangkan Hari ini ke Indonesia

INISUMEDANG.COM-Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sumedang, Atin Permana, dipulangkan hari ini , Sabtu (11/7/2020) dari Malaysia ke Indonesia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PMI/TKI asal Dusun Cikaraha, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, menderita lumpuh karena sakit stroke selama 8 bulan di Kuala Lumpur Malaysia.

“Informasi dari KBRI besok pagi (hari ini) diterbangkan ke Indonesia,” ujar Kabid Penempatan dan Perluasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, Asep Rahmat, kemarin.

Menurutnya, pembiayaan kepulangan Atin ke Tanah Air dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas Sumedang), sekitar Rp38juta.

“Dari awal sebelum berita, Atin sudah ditindaklanjuti minta bantuan ke Kementerian Luar Negeri, selanjutnya kami juga berkirim surat yang ditandangani oleh Pak Bupati ke KBRI Kuala Lumpur. Tapi Tuhan berkehendak lain, Atin meninggal jadi buat surat lagi ke KBRI untuk proses pemulangan jenazah,” tuturnya.

Ini Baca Juga : Innalillahi, PMI Asal Sumedang Atin yang Lumpuh di Malaysia Akhirnya Meninggal Dunia

Ketua LSM Merah Putih Agus Suhendi mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, jika merujuk pada jadwal yang sudah direncanakan, maka Atin diterbangkan pada Jam 7.30 waktu setempat dari Kuala Lumpur, Malaysia menggunakan kargo, diperkirakan akan sampai 9.00 WIB.

“Alhamdulilah berkat respon dari Pak Bupati, Pak Kapolres dan instansi terkait, jenazah bisa dipulangkan. Mudah-mudahan almarhumah diberikan ketenangan dan ditempatkan di sisi  Allah SWT,” ujarnya.

Kemudian, kata Agus, setelah tiba di Sumedang, rencananya jenazah Atin akan dimakamkan siang ini sekitar Jam 12.00 di Dusun setempat.

“LMP Sumedang serta keluarga korban menghaturkan banyak terima kasih kasih dan saya sebagai Ketua Laskar Merah Putih Sumedang meminta maaf bila dalam pendampingan ini tidak maksimal dengan segala keterbatasan kami,” tuturnya.

“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi tenaga migran Indonesia/ pahlawan devisa yang meninggal di negeri orang, dan Mbak Atin Permana menjadi martir dan cambuk bagi kita semua terutama pemerintah terkait untuk lebih ketat dan selektif dalam pengiriman tenaga kerja migran ke luar negeri dan lebih memberdayakan dan mengembangkan perekonomian di negara indonesia tercinta ini,” ungkapnya lagi.

Komentar

News Feed