oleh

Innalillahi, PMI Asal Sumedang Atin yang Lumpuh di Malaysia Akhirnya Meninggal Dunia

INISUMEDANG.COM – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sumedang Atin Permana yang Lumpuh di Malaysia dikabarkan meninggal dunia, di Rumah Sakit Serdang Hospital Malaysia, Sabtu (4/7/2020) Jam 17.28 waktu setempat. Atin masuk RS pada Kamis 2 Juli 2020 lalu.

Kabar tersebut diperoleh Ketua Fraksi PAN DPRD Sumedang Dr. H. Dudi Supardi, S.T, M.M dari Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Jawa Barat.

“Innalillahi wa Innalillahi roji’un berita duka 10 menit yang lalu jam 17 28 mendapat berita bahwa Atin Permana pemilik paspor nomor c 0 3 7 3 4 6 2 telah meninggal dunia di rumah sakit Serdang Hospital seri Kembangan Kuala Lumpur Malaysia.

Saat ini yang dibutuhkan adalah tanda tangan waris dan beritanya dari kedutaan besar Republik Indonesia menghubungi saya bahwa mungkin sampai dengan besok badannya akan diotopsi untuk diperiksa penyebab kematiannya semua lengkap berita lanjut akan dikabarkan karena mereka menuju rumah sakit.

Ini Baca Juga : Sudah Masuk Rumah Sakit, Ini Kabar Terbaru Atin di Malaysia

Kabar Meninggal Atin yang Lumpuh di Malaysia

Mohon doa semoga almarhumah diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala diampuni segala dosanya dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan terimakasih al-fatihah,” demikian isi pesan Whatsapp yang diperoleh Dudi dari BP2MI Jabar.

“PMI atas nama Atin akhirnya meninggal dalam masa proses pemulangan,” ujar Dudi kepada inisumedang.com

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya pemulangan PMI asal Dusun Cikaraha RT 03/04, Desa Bugel, Kecamatan Tomo itu. Bahkan Dudi sampai menindaklanjutinya hingga ke DPR RI.

Namun, takdir berkata lain, PMI kelahiran Sumedang 16 Febuari 1994 itu harus meninggal dalam upaya proses pemulangannya ke Tanah Air.

Diketahui, Atin yang Lumpuh di Malaysia berangkat pada 2019 lalu sepulang dari Brunei Darussalam dan tidak ada kabar lagi. Atin berangkat ke Malaysia sebagai TKI ilegal tanpa sepengetahuan keluarga. Keluarga mengira berangkat melalui jalur resmi.

Kemudian, pada awal Juni 2020 tiba-tiba ada kabar dari sesama PMI di Kuala Lumpur yang menyatakan bahwa Atin menderita lumpuh dan ingin difasilitasi pulang.

Dalam hal ini, Dudi mengaku sangat berduka, karena merasa belum menuntaskan proses pemulangan Atin.

“Tentu saja ini menyesakkan bagi saya. Karena belum selesai sampai tuntas mengusahakan pemulangannya ke Indonesia,” ungkapnya.

Komentar

News Feed