ICMI Muda Sumedang Dorong Pengembangan Agrowisata

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Ketua Departemen Bidang Pemerintahan dan Politik Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI Muda) Indra Hermawan Supandi menyebut di Kabupaten Sumedang penggabungan antara sektor pertanian dengan pariwisata merupakan langkah tepat. Pasalnya ia optimis dengan potensi yang  ada di Kabupaten Sumedang.

Indra Hermawan Supandi mendorong pengembangan sektor pertanian yang digabungkan dengan pariwisata atau agrowisata di Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan nilai ekonomi selain komoditas.

“Saya kira ini langkah maju bahwa pertanian itu bukan hanya menghasilkan padi, jagung, kacang-kacang tapi sebenarnya dengan penataan yang baik banyak akselerasi yang bisa kita intervensi jadikan potensi untuk mendapatkan tambahan lagi bagi masyarakat,” katanya , Rabu, (8/6).

Ia menyebutkan saat ini pertanian menjadi sektor penopang perekonomian nasional sehingga terobosan menggabungkan pertanian dengan sektor lain seperti pariwisata menjadi sangat menarik. Walaupun dikembangkan di lahan yang tidak begitu luas, namun tetap bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata dan awal untuk membangun pusat perekonomian yang luas dari sektor pertanian.

“Ini tidak mengganggu komoditi yang kita tanam bahkan ini akan menjadi bagian yang merangsang masyarakat untuk terus melakukan upaya agar pertanian sesempit apapun sebenarnya bisa kita lipat gandakan pendapatan masyarakat setempat,” katanya.

Baca Juga : ICMI Muda Siap Berkolaborasi dan Bersinergi Dengan IGI Sumedang

Lebih  jauh ia mengatakan, dengan adanya projek berskala nasional berharap  Sumedang jangan  hanya jadi penonton namun harus  bisa  menangkap  peluang.

“Keterkaitan dengan mengangkat potensi parawisata saya lebih membidik menstimulan komoditi wisata agro yang harus berkembang di Sumedang. Menangkap peluang akan hadirnya beberapa projek nasional yang sedang dibangun di Sumedang”. Jelasnya.

Masih menurut Indra, banyak potensi pengembangan wisata agro misalnya Salak Slebong Bongkok Paseh, Emping Narimbang, Sawo Sukatali, juga industri Meubeulair yang  saat ini mati suri.

“Kita bersinergi dengan pelaku UMKM, BUMdes dibawah dan menjembatani dengan pemangku kebijakan yaitu DPRD dan pemerintah daerah melalui SKPDSKPD terkait atau bisa meminta tenaga ahli dari universitas karena walaupun bagaimana di Sumedang banyak universitas-universitas ternama untuk melakukan kajian-kajian peningkatan potensi UMKM di Sumedang.” Pungkasnya

  • Bagikan