Wilayah Darmaraja Tak Bisa Buka Lahan Sawah Baru, Ini Faktornya

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Hasil survei Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Darmaraja tidak berpotensi untuk bisa membuka lahan sawah baru.

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan wilayah Darmaraja tidak membuka lahan untuk sawah baru yakni, adanya masalah saluran irigasi dan sumber mata air, serta topografi wilayahnya yang berbukit.

“Jadi hasil survey kami, di wilayah Darmaraja memang tidak tersedia lahan yang bisa dijadikan untuk membuka sawah baru,” kata Pengelola Data Statistik Pertanian wilayah Darmaraja, Ecin Kuraesin kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Kendati tidak bisa membuka lahan sawah baru, sambung Ecin,
di Wilayah Darmaraja masih terdapat 775 hektare lahan pesawahan yang produktif dan dapat menghasilkan gabah kering sekitar 11.933 ton per tahunnya.

“Kita harus tetap optimis dengan luasan sawah yang tersisa dan produktif itu, karena ketahanan pangan masih tetap tercukupi, walaupun tidak bisa membuka lahan baru untuk pesawahan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, para petani di wilayah Darmaraja meminta agar pemerintah memberikan izin, agar bisa menggarap sawah dengan memanfaatkan pesisir Waduk Jatigede.

Seperti diutarakan salah seorang petani asal Darmaraja, Muslim (47) bahwa, pihaknya berharap agar Pemerintah memperbolehkan para petani untuk mengelola lahan sawah di bibir Waduk Jatigede yang sudah dibebaskan.

“Ya kalau memang tidak memungkinkan untuk membuka lahan sawah baru, kami berharap diperbolehkan untuk bertani dibibir Waduk Jatigede, yang tentunya dalam pengawasan pihak berwenang. Sehingga, nantinya petani tahu kapan seharusnya lahan tersebut ditanami dan kapan lahan tersebut akan tergenang,” harapnya.

Muslim menambahkan, sebelum ada Waduk Jatigede, gabah hasil pertanian di Darmaraja sangat banyak karena belum digenangi. Namun ketika digenang, dampaknya sangat terasa, terlebih dirinya yang hanya sebagai kuli tani.

“Sebagai buruh tani yang tidak punya lahan sawah, kami berharap agar lahan sawah yang ada di besisir waduk diperbolehkan untuk dikelola, sehingga dapat membantu meringankan beban para buruh tani,” tandasnya.

  • Bagikan