Warga Sumedang Boleh Salat Tarawih Berjamaah di Masjid, Asalkan Prokesnya Baik dan Benar

  • Bagikan
Energi panas Bumi Gunung Tampomas
Pemerintah Matangkan Rencana Eksplorasi Panas Bumi Tampomas

INISUMEDANG.COM – Seperti halnya kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pun tidak melarang salat tarawih berjamaah di masjid selama bulan Ramadan 1442 nanti.

Tidak adanya larangan untuk salat tarawih di mesjid itu, disampaikan secara langsung Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir.

Menurutnya, semua umat muslim di wilayah Kab. Sumedang diperbolehkan untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah di mesjid pada bulan Ramadan 1442 nanti.

Namun, semua jemaah dan pengurus Mesjidnya bisa mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan ketat serta dengan baik dan benar.

“Kebijakan ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Karena seperti kita ketahui, pada bulan Ramadan kali ini, pemerintah juga memperbolehkan pelaksanaan salat tarawih berjemaah di masjid dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dony menuturkan, dengan diperbolehkannya salat tarawih berjamaah diseluruh masjid di Kab. Sumedang, namun wajib menerapkan Prokes secara ketat, sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama.

“Silakan salat tarawih berjamaah di masjid, tapi catat, protokol kesehatan harus yang ketat,” tuturnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, sambung Dony, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI), dewan masjid, beserta stakeholder terkait, untuk membahas teknis pelaksanaan salat tarawih berjamaah di mesjid pada bulan ramadhan nanti.

“Kami akan segera bermusyawarah dengan MUI, Dewan masjid dan stakeholder lainnya, untuk membahas masalah teknis pelaksanaan salat tarawih berjamaah di masjid. Upaya ini kami lakukan agar semua Mesjid di Sumedang dapat menerapkan protokol kesehatan dengan Ketat,” tandasnya.

  • Bagikan