Banner Iklan bjb
Berita  

Wabah PMK Ancam Momen Idul Adha, MUI Kabupaten Bandung Beri Imbauan

BANDUNGMUI Kabupaten Bandung ikut memberi imbauan menyikapi merebaknya wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak yang mengancam momen Idul Adha 2022 nanti.

Ketua MUI Kabupaten Bandung Yayan Hasuna Hudaya meminta masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban di Hari Raya Idul Adha 2022 agar berhati-hati saat memilih ternak.

“Kami mengingatkan agar selektif membeli ternak ditengah merebaknya wabah PMK saat ini yang dapat mengancam momen Idul Adha. Karena harus memenuhi persyaratan untuk dijadikan sebagai hewan kurban,” kata dia menegaskan.

Menurut Yayan, sesuai Fatwa MUI nomor 32 tahun 2022 tentang hukum dan panduan pelaksanaan ibadah kurban saat wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK terdapat ketentuan hukum.

“Hewan yang terjangkit PMK dengan gejala ringan seperti lepuh ringan pada celah kuku, kondisi lesu, tidak nafsu makan, dan keluar air liur berlebihan, hukumnya sah jadi hewan kurban,” ujarnya.

“Hewan yang terjangkit PMK dengan gejala berat. Seperti lepuh kuku hingga terlepas, tak bisa berjalan serta sangat kurus, hukumnya tidak sah jadi hewan kurban,” ungkapnya menambahkan.

Sebagai bentuk tindakan preventif dari wabah PMK. Ketua MUI Kabupaten Bandung itu menyarankan para penjual hewan kurban untuk berkoordinasi dengan dinas terkait demi mengeceknya.

“Hal ini agar hewan ternak yang dipasarkan kepada masyarakat untuk nantinya dijadikan hewan kurban. Benar-benar hewan yang terbebas dan atau sudah sembuh dari virus PMK,” kata Yayan.

Mengenai Shalat Idul Adha 2022, Yayan mengungkapkan. Meski saat ini masih di masa pandemi Covid-19 bisa dilaksanakan secara berjamaah, baik di lapangan, maupun di masjid-masjid.

“Tapi dengan catatan selalu menaati prokes (protokol kesehatan) yang telah ditetapkan. Serta berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat,” ucap Ketua MUI Kabupaten Bandung itu.