Tolak Geothermal, Sejumlah Warga dari Dua Kecamatan Gelar Istighosah Akbar

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Sebagai bentuk penolakan atas rencana dilakukannya pemanfaatan panas bumi atau pembangunan Geothermal di Gunung Tampomas, Sejumlah warga di dua Kecamatan yaitu, Conggeang dan Buahdua melakukan Istighotsah Akbar di lapangan sepakbola Mariuk Desa Sekarwangi Kecamatan Buahdua, Rabu (28/4/2021).

Tokoh agama sekaligus tokoh Masyarakat setempat KH. Udin Fakhrudin mengatakan, kegiatan istighotsah ini dilaksanakan untuk menolak rencana pemanfaatan panas bumi (Geothermal) di Gunung Tampomas.

“Dengan cara Istighotsah kami meminta pertolongan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai musibah-musibah yang terjadi,” ujarnya seusai Istighosah.

KH. Udin menambahkan, dirinya
sebagai masyarakat kecil dan semua masyarakat di lingkungan sekitarnya menolak Geothermal. Untuk itu, pihaknya meminta agar pemerintah dapat penuh pertimbangan dan penuh perhitungan untuk terus melaksanakan rencananya terkait pembangunan Geothermal tersebut.

“Jangan sampai rakyat merasa takut, bimbang apalagi merasa dirugikan. Maka kami meminta kepada Allah semoga ada jalan untuk lebih baik, lebih netral serta lebih membawa barokah Allah SWT,” tandasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, salah seorang perwakilan dari Yayasan Dangiang Raksa Banda Sajagat (Darabasa) Maman Surahman mengatakan, penolakan masyarakat atas rencana pemerintah untuk membangun Geothermal itu, adalah dampak yang ditimbulkannya nanti.

“Masyarakat was-was, akan dampak apa yang akan ditimbulkan nanti. Kemudian juga nilai dari kemanfaatannya, apakah nanti akan bermanfaat atau sebaliknya, dan itu masih menjadi pertimbangan masyarakat,” kaya Yayasan Pecinta Lingkungan tersebut.

Untuk itu, sambung Maman, warga berharap agar pemerintah perlu pertimbangan lagi yang matang untuk melanjutkan rencana pembangunan Geothermal ini. Terlebih, warga tetap akan menolaknya.

“Jadi, rencana ini perlu pertimbangan lebih jauh. Karena di Sumedang ini, masih banyak permasalahan – permasalahan lainnya yang perlu penyelesaian, seperti dampak dari pembangunan waduk Jatigede yang belum optimal pemanfaatannya, serta warga yang kena dampaknya. Bahkan, sekarang ada beberapa bendung yang lagi dibangun, seperti Bendung Rengrang dan bendung Cipanas. Kami juga meminta agar Pemerintah tidak membangun keresahan – keresahan yang lainnya. Selesaikan lah satu persatu masalah, jangan menambahkan kesalahan yang baru,” tandasnya.

  • Bagikan