Tingkatkan Pendapatan Petani Kopi, SITH-ITB Gelar Pelatihan Pemanfaatan Cascara

  • Bagikan
Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Mandiri
FOTO BERSAMA: TIM riset SITH ITB foto bersama usai memberikan pelatihan pemanfaatan limbah kopi di Desa Cibunar Kecamatan Rancakalong. IMAN NURMAN

INISUMEDANG.COM – Upaya meningkatkan pendapatan petani kopi dari sektor biji kopi dan cangkanya (limbah kopi), Tim riset SITH ITB yang terdiri dari Dr. Muhammad Yusuf Abduh, Dr. Ir. Mia Rosmiati, M.P., dan Prof. Dr. Robert Manurung, M.Eng. memberikan pelatihan pengolahan ceri kopi dengan sistem Cascara kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Mandiri di Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, belum lama ini.

Dr. Muhammad Yusuf Abduh mengatakan di Indonesia cascara mungkin belum dikenal secara luas oleh masyarakat, sehingga kebanyakan petani kopi di Indonesia hanya mengandalkan produksi biji kopi sebagai sumber pendapatan. Padahal cascara yang berasal dari kulit buah kopi memiliki rasa yang menyegarkan dan mengandung beragam nutrisi dan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

“Banyaknya manfaat yang dihasilkan dari kulit ceri kopi tersebut, memberikan inspirasi bagi tim untuk mengembangkan pemanfaatkan kulit ceri kopi menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis tinggi,” katanya.

Menurutnya, dari hasil penelitian yang telah dilakukan sealama 3 tahun terakhir ini, tim riset SITH ITB telah berhasil mengembangkan 3 produk turunan cascara, yaitu kue, minuman, dan kapsul berbahan dasar cascara yang dapat diaplikasikan dengan mudah oleh masyarakat. Selain itu untuk membuat proses produksi cascara yang lebih efisien, tim riset SITH ITB pun berhasil menciptakan alat pengering cascara, sehingga kedepannya para petani kopi dapat mengeringkan cascara tanpa bergantung pada cuaca yang terkadang tidak menentu.

“Selain mengenalkan produk turunan kopi lainnya, diseminasi ini pun bertujuan untuk membantu petani kopi untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari kulit kopi yang belum termanfaatkan, sehingga dapat menjadi contoh dan memberikan keterampilan untuk masyarakat lain untuk dapat menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Sementara itu, Heni, Kepala Desa Cibunar, mengatakan kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat sekali bagi para warga di lingkungannya, sehingga dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan perekenomian masyarakat dan dapat menjadi contoh bagi Kelompok Wanita Tani lainnya.

Dia berharap semoga kedepannya program pelatihan dan kerjasama ini akan terus berlanjut sehingga dapat mengembangkan kompetensi masyarakat, khususnya bagi anggota Kelompok Wanita Tani Mekar Mandiri.

Sementara menurut Risa, salah satu peserta pelatihan, dirinya pun merasa senang diberikan kesempatan mengikuti kegiatan ini, karena melalui kegiatan ini masyarakat dibekali pengetahuan mengenai pemafaatan ceri kopi yang sebelumnya tidak banyak dimanfaatkan menjadi produk makanan dan minuman yang mudah dipraktekan dan memiliki rasa yang enak, sehingga masyarakat dapat mengembangkan pilihan produk wirausaha lainnya dari hasil produksi kopi.

Seperti diketahui, Desa Cibunar yang terletak di Kecamatan Rancakalong dipilih sebagai lokasi diseminasi karena di wilayah ini terdapat banyak petani kopi, namun warganya masih sangat jarang memanfaatkan kulit ceri kopi, sehingga pada kegiatan diseminasi ini tim riset SITH ITB memfokuskan kegiatan untuk memberikan pelatihan kepada warga untuk dapat menghasilkan produk lain dari kulit ceri kopi seperti makanan dan minuman yang memiliki rasa yang enak dan memiliki berbagai varian cita rasa.

  • Bagikan