oleh

Tanah Carik di Lahan Geo Theater Dipertanyakan Warga Tiga Desa

INISUMEDANG.COM – Runtuhnya Gedung Geo Theater di Dusun Pasirsalam Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu, berbuntut terhadap status tanah Carik atau Tanah Kas Desa yang digunakan Gedung tersebut, kini dipertanyakan warga.

Pasalnya, dengan dibangunnya Geo Theater itu, berdampak terhadap ketidakjelasannya Pendapatan Asli Desa (PADes) dari TKD tersebut.

Selain itu, runtuhnya gedung Geo Theater tersebut berdampak mandegnya tindak-lanjut proses Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemda Sumedang dengan tiga desa tentang penggunaan tanah kas desa.

“Hampir 5 bulan gedung Geo Theater runtuh, tapi hingga kini seperti tidak ada sinyal akan diperbaiki. Hal itu menjadi pertanyaan masyarakat terkait permasalahan tanah carik desa yang dipergunakan pembangunan gedung Geo Theater,” kata Kadus 3 Desa Pamekaran, Kecamatan Rancakalong, Iud kepada wartawan, Selasa (05/04/2021)

Iud menuturkan, tanah yang digunakan untuk pembangunan gedung Geo Theater, luasnya hampir 10 hektar sesuai rencana perluasan lahan. Dimana, tanah tersebut merupakan tanah aset tiga desa yakni Desa Pamekaran, Desa Sukahayu dan Desa Sukamaju.

Sebelum ada pembangunan gedung Geo Theater, sambung Iud, tanah aset desa itu merupakan garapan masyarakat, dan ada kontribusi PADes yang mengalir setiap tahun ke desa.

Namun setelah tanah aset desa itu di gunakan untuk pembangunan gedung Geo Theater, maka PADes tersebut seolah hilang, tidak jelas. Disisi lain masyarakat juga ikhlas garapannya diambil Pemda Sumedang.

“Waktu itu, masyarakat berharap dampaknya yaitu lokasi di Geo Theater menjadi ramai. Sehingga bisa ikut numpang jualan untuk menopang ekonomi keluarga. Tapi dengan runtuh gedung kesenian itu maka harapan masyarakat itu seolah sirna,”

“Bahkan hingga saat ini, kondisi gedung Geo Theater runtuh tersebut, seolah dibiarkan acak-acakan yang sepertinya tidak akan dibangun kembali. Sehingga, sebagian tanah carik desa itu sudah digarap kembali masyarakat,” tuturnya.

Ditempat berbeda, Sekertaris Desa Sukamaju Mamat Suhendar mengaku, ada tanah carik Desa Sukamaju yang dipergunakan untuk pembangunan gedung Geo Theater seluas 55 ribu m2.

Namun waktu itu, sambungnya, baru dibuat tahap peraturan dasar yakni Perdes tentang penggunaan tanah aset desa, belum menyangkut ke rencana selanjutnya yaitu Perjanjian Kerjasamanya (PKS) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dan Desa.

“Rencana PKS itu dibuat setelah gedung kesenian Geo Theater sudah berjalan. Namun rencana tersebut rupanya berhenti akibat gedung kesenian itu runtuh yang hingga kini belum ada kabar kelanjutannya,” tandas dia.

Hal senada dituturkan salah seorang perangkat Desa Sukahayu bahwa tanah aset yang dipergunakan untuk pembangunan gedung Geo Theater itu merupakan rencana untuk perluasan.

Namun, setelah gedung Geo Theater runtuh, tanah carik Desa Sukahayu belum dipergunakan, dan masih digarap masyarakat.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengatakan, terkait robohnya gedung Geo Theater sudah serahkan kepada pihak berwenang.

“Ketika gedung GeoTheater itu runtuh, saya langsung serahkan ke Inspektorat agar turun ke lapangan. Bahkan, Reskrim Polres Sumedang sudah turun mengusut permasalahannya,” kata Wabup beberapa waktu lalu.

Wabup berharap, proses penanganan kasus gedung Geo Theater bisa lebih cepat. Sehingga bisa segera ditindaklanjuti kedepannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait