Tahun 2021, Kasus Pencurian Jadi Tren Kriminalitas Tertinggi di Sumedang

  • Bagikan

INISUMEDANG.COMKejaksaan Negeri (Kejari) mencatat telah menangani perkara tindak pidana umum dari tahap penyidikan sebanyak 270 perkara selama tahun 2021.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 telah dieksekusi, 4 perkara banding, 2 perkara kasasi, 2 perkara diversi dan sisanya masih dalam proses penanganan perkara baik pra penuntutan maupun penuntutan.

Kepala Kejari Sumedang Nurmayani, SH,.MH mengatakan, di Tahun 2021 Kabupaten Sumedang mengalami Tren Kriminalitas yang beragam. Diantaranya yaitu tindak Pidana pencurian, tindak pidana penipuan, Narkotika, Penganiayaan, perlindungan anak dan perkara pengeroyokan.

Pencurian Menjadi Tren kriminalitas di Sumedang

“Pencurian menjadi tindak pidana dengan intensitas tertinggi dengan 89 perkara pencurian dan jadi tren kriminalitas di Sumedang. Kemudian diikuti tindak pidana penipuan 41 perkara, narkotika 41 perkara, 25 perkara tindak pidana penganiayaan, 18 perkara perlindungan anak, 16 perkara pengeroyokan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan saat ekspos capaian kinerja Kejari Sumedang Tahun 2021 yang dilaksanakan di Kantor Kejari Sumedang, Senin 27 Desember 2021.

Angka perkara yang ditangani selama tahun 2021 oleh Kejari Sumedang ini. Lanjut Nurmayani, mengalami kenaikan namun tidak terlalu tinggi kenaikannya dibanding pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut Nurmayani menuturkan, selama tahun 2021 juga pihaknya telah menangani perkara tilang yang dilaksanakan dengan APC (Acara Pemeriksaan Cepat). Dimana terdapat 8.189 perkara, dan pelanggar lalu lintas dimana telah diselesaikan sebanyak 5.477 perkara.

“Dari 5.477 perkara yang telah diselesaikan. Berhasil diperoleh denda sebesar Rp453.851.000, yang telah disetorkan ke kas negara, sebagai perolehan negara bukan pajak,” tuturnya.

Kejari Sumedang juga, sambung Nurmayani, telah menangani perkara yang menarik perhatian Masyarakat. Yaitu perkara emak-emak memotong bendera merah putih dengan gunting yang viral di media sosial dan perkara pembunuhan gank motor.

“Kedua perkara ini cukup menyita perhatian masyarakat, karena sempat viral di media sosial,” ujarnya.

Sementara untuk tindak pidana khusus, tambah Nurmayani, selama tahun 2021 ini, telah melakukan penyelidikan sebanyak 4 perkara, penyidikan 2 perkara dan penuntutan 3 perkara.

“Untuk total penyelamatan uang negara dari seksi tindak pidana khusus mencapai Rp 1 miliar lebih di tahun 2021 ini,” kata Nurmayani seraya menyebutkan masih ada beberapa kasus yang saat ini dalam penanganan pihaknya.

  • Bagikan