Berita  

Semua Pihak Harus Berani Lapor Soal Kasus Bullying Tak Hanya Korban

Guru BK SMPN 2 Bandung Leni Agustini

BANDUNG – Perundungan di tataran pendidikan di Bandung kini tengah menjadi sorotan. Untuk itu, semua pihak harus berani melapor kasus bullying tak hanya korban.

Begitu kata Guru BK SMPN 2 Bandung Leni Agustini. Dia menyebut pihaknya saat ini mengembangkan program Roots untuk menekan aksi bullying atau perundungan.

“Program ini menciptakan agen perubahan dari siswa sebanyak 30 orang. Siswa yang dipilih adalah anak yang memiliki pengaruh besar untuk teman-temannya,” ungkap Leni.

Seperti, lanjut dia, anggota OSIS, siswa berprestasi, atau yang aktif di kelasnya. Tiap Selasa dan Kamis, guru dan para agen Roots melakukan bimbingan teknis (bimtek).

“Di puncak kegiatan program ini, diadakan Hari Deklarasi Anti Perundungan atau bullying,” ucap Guru BK SMPN 2 Bandung itu menerangkan.

Menurutnya, perundungan di sekolah berpotensi terjadi. Apalagi di masa PTMT ini pasti gesekan satu sama lain akan semakin terasa.

Namun, para guru terutama guru BK harus terus memberikan penguatan untuk siswa. Tiap minggu diadakan sesi konsultasi 1 jam per anak.

“Ada guru BK 4 orang di sini memegang 32 kelas. Kami selalu menyampaikan, jika ada siswa yang menjadi korban harus mau speak up, berani bicara,” ungkap Leni.

Baginya, “speak up” ini bukan hanya dilakukan oleh korban. Namun, bagi saksi atau pihak yang mengetahui tindakan perundungan yang terjadi harus berani bersuara juga. 

“Karena dampak perundungan itu sangat luar biasa. Bahkan dampak paling parah ketika sudah tidak nyaman di sekolah dan ingin pindah,” tuturnya.

Leni memaparkan, biasanya saat anak melakukan bullying, guru akan mencari informasi dari korban terlebih dahulu. Setelah itu baru menggali informasi dari terduga pelaku. 

Pihak sekolah juga kerap mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan bersama. 

“Sebab, kadang korban juga merasa ada kesalahan yang ia perbuat sehingga pelaku bertindak seperti itu kepadanya. Kalau sudah punya ketakutan untuk masuk sekolah, ini yang akan kami treat,” katanya.