Berita  

Ratusan Siswa SMP Bintang Madani Belajar Hidup Bersama Warga di Margalaksana

SUMEDANG – Suasana berbeda tampak di Desa Margalaksana mulai pekan ini. Sebanyak 133 siswa SMP Bintang Madani turun langsung ke tengah masyarakat melalui program pembelajaran berbasis pengalaman bertajuk Leadership, Social, Responsibility (LSR) dan STREAM yang berlangsung pada 11 hingga 15 Mei 2026.

Kegiatan tersebut resmi dilepas Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gedung Negara, Senin (11/5/2026).

Dalam sambutannya, Dony menilai program tersebut menjadi langkah positif dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi.

Menurutnya, pengalaman hidup langsung bersama masyarakat akan memberi pelajaran berharga yang tidak selalu didapat di ruang kelas. Para siswa diajak memahami persoalan sosial secara nyata, mengenali kebutuhan warga, hingga belajar mencari solusi atas berbagai tantangan di lingkungan sekitar.

“Anak-anak tidak cukup hanya pintar teori. Mereka harus belajar memahami kehidupan masyarakat, memiliki empati dan mampu memberi manfaat,” ujar Dony.

Dony menegaskan, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga pengalaman hidup, relasi dan integritas diri. Karena itu, para siswa diminta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menjaga sikap selama berada di lingkungan masyarakat.

“Kejujuran, akhlak dan integritas harus menjadi pegangan. Itu modal penting untuk masa depan,” katanya.

Kepala SMP Bintang Madani, Imas Herawati, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 7 hingga kelas 9 dengan konsep pembelajaran langsung di lapangan. Para siswa akan tinggal bersama keluarga asuh dan mengikuti aktivitas keseharian warga desa.

Untuk program STREAM yang diperuntukkan bagi siswa kelas 7 dan 8, peserta akan melakukan penelitian terkait potensi desa mulai dari sektor UMKM, pertanian, peternakan, hingga kondisi sosial dan kesehatan masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui observasi, wawancara dan pengumpulan data secara berkelompok.

Sementara itu, program LSR bagi siswa kelas 9 lebih difokuskan pada penguatan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Selama kegiatan berlangsung, siswa dilibatkan dalam berbagai aksi pengabdian masyarakat.

Mereka akan menggelar program tebus murah sembako, bazar pakaian layak pakai, edukasi bahasa Inggris dan keagamaan, sosialisasi kesehatan lingkungan, hingga membantu penyediaan fasilitas sederhana seperti papan penunjuk arah dan tempat sampah di desa.

Tak hanya itu, para siswa juga diajak merasakan langsung kehidupan warga dengan ikut bertani dan beternak bersama masyarakat setempat. Program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter mandiri, peduli dan siap berkontribusi bagi lingkungan di masa depan.