oleh

PSBB Tahap II Hari ke-9, 640 Pelanggaran Pada Check Point

INISUMEDANG.COM-Memasuki hari kesembilan dilaksanakannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap ke II di Kabupaten Sumedang, yang akan berlangsung selama 14 hari sampai dengan tanggal 19 Mei 2020. Pada check point baik dalam kota maupun perbatasan masih ditemukan sejumlah pelanggaran dan tercatat Sekitar 640 pelanggaran pada Kamis (14/5/2020).

“Kami harapkan Masyarakat Kabupaten Sumedang dapat mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB di Kabupaten Sumedang”. Kata Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang Dadang Sundara Kamis (14/5/2020) di Gedung IPP Sumedang.

Ada 5 (lima) indikator keberhasilan dalam PSBB, diantaranya Kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan, Jumlah kasus menurun atau hilang dan ditemukannya peta persebaran Covid-19 melalui tes masif dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) maupun Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), Stabilnya ekonomi selama penerapan PSBB, Volume  kendaraan  dan  pergerakan  orang  kurang  dari  30  persen  baik  di pemukiman maupun di jalanan, dan Jaring Pengaman Sosial dijalankan dengan baik dan efektif.

Ini Baca Juga : Hari Ke-8 PSBB Tahap II, Jumlah Pelanggaran di Check Point Perbatasan Meningkat

“Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mengendalikan, mengatur dan membatasi pergerakan orang, serta mendeteksi kemungkinan orang terpapar Covid-19, baik di dalam wilayah Kabupaten Sumedang maupun yang keluar masuk Kabupaten Sumedang telah membentuk Posko Chek Point”. Kata Dadang.

Tercatat sampai dengan 14 mei 2020 pukul 15.00 WIB sekitar 640 pelanggaran diantaranya pada Chek point A jumlah pelanggaran sebanyak 106 pelanggaran, pada check point B sebanyak 171 pelanggaran dan pada check point C sebanyak 363 pelanggaran.

Sedangkankan kendaraan yang diputar balik pada check point A sebanyak 140 kendaraan, check point B 29 kendarann dan Check point C sebanyak 726 kendaraan.

“Bagi masyarakat Sumedang yang mempunyai sanak Saudara di  Perantauan, diimbau untuk tidak melaksanaka mudik, sebab bagi mereka yang memaksakan diri untuk mudik tanpa keterangan pendukung yang sesuai dengan peraturan yang ada”.  Jelas Dadang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait