Petani di Desa Sukawening Keluhkan Hama Monyet dan Babi

  • Bagikan

GANEAS – Petani di wilayah Desa Sukawening, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, mengeluhkan hama Monyet dan Babi yang sering menyerang tanaman warga.

Dikatakan Kades Sukawening Karman, hama monyet dan babi sering menyerang tanaman dan membuat banyak petani kewalahan.

“Biasanya terutama hama monyet datang ke kebun pada  pagi, siang dan malam hari dan pagi-pagi tanaman rusak,” ujar Karman, Selasa (18/5/2021).

Dijelaskannya, kendati petani di Desa Sukawening kerap berjaga-jaga dan melakukan perburuan hama monyet babi tersebut namun hasilnya tidak maksimal.

Oleh karena itu lanjut Kades, para petani berharap agar pemerintah Kabupaten Sumedang bisa membantu menangani serangan hama monyet dan babi itu karena sudah sangat meresahkan.

Menurutnya, hama monyet kerap merusak tanaman warga siang maupun malam, umumnya tanaman yang dirusak adalah jenis tanaman singkong,  talas,jagung, pisang dan padi.

“Babi dan monyet hampir merata merusak pertanian di sejumlah wilayah Desa Sukawening. Hama ini sudah lama terjadi, namun untuk tahun ini sudah sangat meresahkan warga. Kalau ini dibiarkan warga sangat dirugikan,” tukas Karman.

Terpisah, Mumu anggota kelompok tani desa Sukawening Kecamatan Ganeas, , membenarkan serangan hama babi dan monyet tidak hanya terjadi di desa Sukawening saja.

Menurutnya, kejadian serupa terjadi di beberapa desa lainnya di Kecamatan Ganeas. Kondisi itu diduga akibat kelaparan dan  terganggu  habitanya.

” Diduga  karena  habitat terganggu sehingga  banyak babi dan monyet yang berkeliaran dan menyerang tanaman milik warga hingga ke perkampungan,” beber Mumu.

Kades Karman mengakui, pihaknya merasa kesulitan menangani serangan hama babi dan monyet tersebut.

“Belum ada solusi yang efektif, meski  sudah berupaya melalui  jasa  pawang  untuk  menangkap hama monyet dan  babi tersebut,” terangnya.

“Kalau hama babi memang sudah ada kelompok pemburu hama babi disetiap desa hingga agak  bisa diatasi , namun untuk persoalan hama monyet itu kami meminta bantuan semua pihak untuk mengatasinya,” sambung Karman.

  • Bagikan